BB – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Sabtu 15/3/2025

Dalam sambutannya, Menkes menekankan bahwa screening kesehatan jiwa harus menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Menurutnya, gangguan mental yang tidak terdeteksi dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik seseorang.

“Banyak orang fokus pada kesehatan fisik, tapi lupa bahwa kesehatan jiwa juga sangat berpengaruh. Stres berkepanjangan, kecemasan, dan depresi bisa menyebabkan penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, screening kesehatan jiwa perlu dilakukan secara rutin,” ujar Budi.

Kunjungan kerja Menkes RI ke NTT ini juga menjadi momentum penting dalam penguatan layanan kesehatan, termasuk upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta optimalisasi jejaring rumah sakit untuk penyakit jantung, kanker, stroke, dan uronefrologi.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap kesehatan masyarakat NTT.

Ia menyebutkan bahwa program nasional akan lebih banyak diarahkan ke NTT untuk mempercepat perbaikan layanan kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Menteri Kesehatan RI di NTT. Ini adalah bukti komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik secara fisik maupun mental. Salah satu langkah penting adalah memperkuat posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan,” kata Melki.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes RI juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Jangan biasakan menunda cek kesehatan. Periksakan kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, serta lakukan screening kesehatan jiwa. Kesehatan bukan hanya tentang fisik yang kuat, tetapi juga jiwa yang tenang,” tegasnya.

Menkes juga mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental.

Ia berharap masyarakat tidak lagi menganggap tabu berkonsultasi dengan tenaga profesional jika mengalami tekanan psikologis

Pemerintah daerah dan berbagai organisasi kesehatan di NTT siap berkolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kesehatan yang lebih holistik.

Salah satu langkah nyata adalah penandatanganan MoU antara Pemprov NTT dan Yayasan Seribu Cita Bangsa, yang akan berperan aktif dalam menangani permasalahan kesehatan, khususnya stunting dan kesehatan ibu serta anak.

Dengan adanya perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan, harapannya masyarakat NTT bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik serta lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa untuk hidup yang lebih berkualitas.