Kupang, BBC — Dalam setiap denyut pembangunan, pendidikan menjadi nadi yang menyalakan masa depan. Di antara jenjangnya, pendidikan anak usia dini (PAUD) berdiri sebagai fondasi peradaban, tempat nilai-nilai pertama tentang cinta, tanggung jawab dan pengetahuan ditanamkan.

Kesadaran inilah yang menjadi roh dalam sambutan Wakil Bupati Kupang sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Kupang, Aurum Obe Titu Eki, ketika secara resmi membuka kegiatan “Diseminasi Akhir Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) PAUD Berkualitas dan Kontekstual Kabupaten Kupang”, Kamis (30/10/2025), di Aula Kantor Bupati Kupang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KAPSUL PAUD (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas dan Kontekstual) — sebuah kolaborasi visioner yang digagas oleh Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga) dengan dukungan William & Lily Foundation dan Yayasan Amanah Bangun Negeri.

Program ini berorientasi pada enhancement of early childhood education quality, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang kontekstual, inklusif dan berbasis kearifan lokal, agar setiap anak Kabupaten Kupang dapat belajar dari realitas hidup yang dekat dengan dunia mereka.

Aurum menuturkan dengan nada reflektif, bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar proses mengajarkan baca-tulis, melainkan tindakan peradaban — tempat bangsa menanamkan akar kebajikan dan menumbuhkan pohon masa depan.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak bangsa. Karena itu, peningkatan mutu PAUD melalui pengembangan kurikulum yang benar-benar sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan anak-anak kita adalah sebuah keharusan,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Menurutnya, kualitas PAUD yang unggul hanya dapat terwujud bila didukung oleh kurikulum yang kontekstual, relevan dan child-centered, yang memadukan sains dan empati, struktur dan kelembutan.

Dalam pandangan ini, pendekatan seperti ini sejalan dengan teori constructivist pedagogy — di mana anak bukan sekadar penerima ilmu, tetapi subjek yang membangun makna melalui pengalaman hidupnya sendiri.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, Bunda PAUD Aurum Obe Titu Eki menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam perjalanan KAPSUL PAUD.

Ia menilai bahwa keberhasilan program ini bukan hanya capaian administratif, tetapi hasil dari kesadaran kolektif bahwa mendidik anak-anak adalah tanggung jawab sosial lintas sektor.

“Ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi kita semua dalam memberikan layanan PAUD yang berkualitas bagi anak-anak di Kabupaten Kupang,” tuturnya.

Program ini melahirkan berbagai capaian konkret: peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penerbitan buku panduan KOSP PAUD berkualitas dan kontekstual, serta pengembangan buku dongeng dan mewarnai sebagai media belajar yang menyenangkan dan kontekstual.

Semua itu mencerminkan sinergi antara kebijakan, ilmu dan kasih sayang — tiga unsur yang, menurut Aurum, harus berjalan beriringan untuk membentuk generasi emas Kabupaten Kupang.

Dengan nada penuh makna, Aurum menegaskan bahwa kegiatan diseminasi akhir (final dissemination) ini tidak boleh dimaknai sebagai penutupan, melainkan titik berangkat baru (a new point of departure) menuju keberlanjutan (sustainability) dan perluasan praktik baik (best practices) KOSP PAUD di seluruh lembaga PAUD di Kabupaten Kupang.

“Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk berbagi pengetahuan dan merumuskan langkah konkret dalam memastikan keberlanjutan implementasi KOSP PAUD. Semangat gotong royong dan kolaborasi yang telah terbangun ini harus menjadi modal utama dalam mewujudkan generasi emas Kabupaten Kupang yang cerdas, hebat dan berkarakter,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan pendidikan, keberlanjutan bukan hanya tentang melanjutkan program, tetapi tentang mentransformasi kebijakan menjadi budaya belajar yang hidup di setiap ruang kelas dan hati para pendidik.

Ketua Yayasan Marungga, Desintawati Futboe, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kontinuitas dan perluasan manfaat program. Ia menilai bahwa sustainability dan scalability dari KOSP PAUD menjadi kunci agar manfaatnya tidak berhenti di 24 lembaga, melainkan menjalar ke seluruh pelosok Kabupaten Kupang.

“Kalau kita konsisten menggunakan KOSP PAUD ini, maka kualitas layanan PAUD akan terus meningkat, potensi pendidik dapat dikembangkan dan pembelajaran akan semakin sesuai dengan kebutuhan anak di lingkungannya,” jelas Desintawati.

Sementara itu, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie, memuji dedikasi tim Marungga yang menjalankan program dengan accountability dan social empathy tinggi.

Ia juga menyoroti peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang yang telah berkontribusi dalam penyusunan panduan KOSP PAUD — instrumen penting yang memungkinkan perluasan manfaat program ke seluruh kecamatan.

“Kami memberikan penghargaan khusus kepada para mentor PAUD yang menjadi garda terdepan dalam mendampingi para pendidik. Mereka bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga teman belajar dan penggerak semangat para pendidik PAUD di Kabupaten Kupang,” ungkapnya penuh penghargaan.

Melalui program KAPSUL PAUD, Kabupaten Kupang telah menapaki babak baru dalam sejarah pendidikan anak usia dini. Panduan KOSP PAUD yang dihasilkan menjadi evidence-based framework — hasil refleksi mendalam dari praktik nyata para pendidik yang memahami karakter anak, kultur lokal dan lanskap sosial mereka.

Apa yang dimulai di 24 lembaga kini berkembang menjadi gerakan bersama. Kupang tidak hanya membangun sistem, tetapi menumbuhkan jiwa belajar dalam komunitas.

Program ini menegaskan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu lahir dari ruang kota besar, tetapi dapat tumbuh dari desa-desa, dari tangan-tangan pendidik yang sabar, dari semangat ibu yang melihat masa depan anaknya di balik senyum sederhana mereka.

Dengan semangat kolaboratif yang terus menyala, Kabupaten Kupang kini berdiri sebagai daerah percontohan dalam penerapan KOSP PAUD berkualitas dan kontekstual di Indonesia Timur — sebuah langkah kecil dengan gema yang besar bagi masa depan pendidikan bangsa.