BB – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si., menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program strategis TNI Manunggal Air dan ketahanan pangan.
Komitmen ini disampaikan dalam acara ramah tamah dan jamuan makan malam bersama Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P., dan unsur Forkopimda Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis 17/10/2024 Malam
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyoroti peran penting NTT sebagai fokus dari berbagai program nasional TNI AD, khususnya dalam mengatasi tantangan air bersih dan meningkatkan ketahanan pangan.
Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa program TNI Manunggal Air terinspirasi oleh kondisi NTT yang menghadapi tantangan besar dalam hal ketersediaan air bersih. Program ini berfokus pada penyediaan air bersih melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan TNI dan masyarakat setempat.
“Program unggulan TNI AD Manunggal Air dicetuskan karena tantangan air di NTT. Kita bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun infrastruktur air bersih yang sangat diperlukan, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” ujar Pangdam IX/Udayana.
Dengan program ini, diharapkan masyarakat NTT dapat merasakan manfaat jangka panjang, terutama dalam mengurangi kesulitan air yang selama ini menjadi masalah utama di wilayah tersebut.
Selain masalah air, Pangdam IX/Udayana juga menegaskan pentingnya kolaborasi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan di NTT.
TNI AD melalui program Bersatu dengan Alam mendukung gerakan menanam dan pemberdayaan lahan di berbagai wilayah NTT guna membantu masyarakat menghadapi tantangan pangan.
“Kita telah menjalankan program Bersatu dengan Alam yang fokus pada kegiatan tanam-menanam. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk pertanian guna memperkuat ketahanan pangan di daerah ini,” jelas Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam IX/Udayana menyebutkan bahwa kontribusi TNI tidak hanya berhenti pada ketahanan pangan dan air, tetapi juga dalam penanggulangan bencana, baik alam maupun non-alam. TNI juga aktif dalam penanganan stunting yang menjadi masalah di NTT.
Pangdam IX/Udayana menekankan bahwa NTT menjadi vokal poin bagi program nasional TNI AD di berbagai sektor. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) mencanangkan NTT sebagai daerah prioritas dalam penanganan stunting dan masalah lainnya.
“NTT dipilih sebagai daerah fokus program nasional karena tantangan di sini cukup besar. Kasad telah mencanangkan berbagai program unggulan, termasuk penanganan stunting dan ketahanan pangan yang berasal dari NTT. Ini adalah suatu kebanggaan bagi kita semua,” tambah Pangdam IX/Udayana.
Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif TNI AD dalam mendukung program-program pemerintah daerah NTT.
Ia berharap kolaborasi antara TNI dan pemerintah dapat terus terjalin erat, terutama dalam mengatasi masalah perbatasan dan ancaman transnasional seperti perdagangan ilegal, narkotika, dan human trafficking.
“Kami berharap dukungan penuh dari TNI dalam menjaga perbatasan dan mengatasi berbagai masalah transnasional. Kolaborasi ini sangat penting bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat NTT,” ujar Pj. Gubernur NTT.
Acara ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Pj. Gubernur NTT dan Pangdam IX/Udayana sebagai simbol penghargaan atas sinergi dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan TNI.
Dengan program TNI Manunggal Air dan fokus pada ketahanan pangan,TNI AD di bawah kepemimpinan Pangdam IX/Udayana siap memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat NTT.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa TNI dan pemerintah daerah memiliki visi yang sama dalam menghadapi tantangan pembangunan di NTT.
