KUPANG, BBC — Air dalam peradaban manusia tidak sekadar dipahami sebagai unsur alam, melainkan sebagai fondasi kehidupan yang menjaga keberlangsungan masyarakat.
Dalam dimensi ekologis, sosial dan kemanusiaan, air selalu hadir sebagai sumber penghidupan yang memberi makna bagi setiap ruang kehidupan manusia.
Ia mengalir dengan kesederhanaannya, namun menyimpan kekuatan besar untuk memelihara kehidupan, menumbuhkan harapan, serta menjaga keseimbangan alam dan manusia.
Di wilayah pesisir Sulamu, Kabupaten Kupang, air bukan hanya persoalan kebutuhan sehari-hari. Bagi masyarakat setempat, air merupakan simbol perjuangan panjang untuk memperoleh akses terhadap sumber kehidupan yang layak dan berkelanjutan.
Di tanah yang kerap menghadapi keterbatasan sumber air bersih, setiap tetes air memiliki nilai yang jauh melampaui makna fisiknya—ia menjadi lambang ketekunan, kesabaran dan harapan masyarakat yang terus bertahan dalam menghadapi tantangan alam.
Harapan tersebut kini menemukan wujud nyatanya melalui peresmian sumur bor dan fasilitas penampungan air bersih di Kelurahan Sulamu, Kecamatan Sulamu. Pada Senin tanggal 09 Maret 2026
Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Hendro Cahyono.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, institusi TNI, serta sektor perbankan dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Sumur bor beserta bak penampung air bersih tersebut merupakan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Mandiri Area Nusa Tenggara Timur yang pelaksanaan pembangunannya dipercayakan kepada Korem 161/Wirasakti Kupang.
Infrastruktur air bersih ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar guna memenuhi kebutuhan air bersih dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Yosef Lede menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang tinggi terhadap sinergi yang terbangun antara lembaga perbankan dan institusi TNI dalam menghadirkan fasilitas air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor seperti ini mencerminkan bentuk kepedulian sosial yang konkret sekaligus menjadi model kolaborasi yang efektif dalam menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang secara langsung berkaitan dengan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas air bersih di Sulamu tidak hanya menjawab kebutuhan praktis masyarakat, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kupang.
“Saya bangga dengan kerja kolaborasi ini antara pihak perbankan, dalam hal ini Bank Mandiri NTT, dan pihak TNI melalui Korem 161/Wirasakti Kupang. Terima kasih atas kepedulian yang nyata bagi masyarakat. Saya berharap bantuan CSR seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Kupang, karena masih banyak wilayah yang membutuhkan sarana air bersih,” ujar Yosef Lede.
Lebih jauh, ia juga memberikan apresiasi terhadap dedikasi jajaran TNI yang selama ini dinilai konsisten terlibat dalam berbagai program pembangunan sosial berbasis masyarakat.
Keterlibatan institusi TNI dalam kegiatan pembangunan kemasyarakatan, menurutnya, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
Bupati Kupang itu juga berharap agar kerja sama antara pemerintah daerah, TNI dan sektor perbankan dapat terus diperluas pada masa mendatang. Hal tersebut dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang yang menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
Ia pun mengimbau masyarakat Kelurahan Sulamu untuk memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun tersebut secara bijaksana serta menjaganya dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberlanjutan manfaat dari infrastruktur air bersih sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat dan mengelola fasilitas tersebut secara bersama.
“Masyarakat perlu bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar fasilitas ini dapat menjangkau sebanyak mungkin warga. Dengan pengelolaan yang baik, sumber air ini bisa memberikan manfaat dalam jangka waktu yang panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Hendro Cahyono, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas air bersih di Sulamu merupakan bagian dari kerja sama yang telah lama terjalin antara TNI dengan berbagai institusi, termasuk sektor perbankan.
Dalam peresmian tersebut, pihaknya turut mengundang sejumlah lembaga perbankan lainnya seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Artha Graha Internasional, dan Bank NTT.
Kehadiran berbagai institusi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan lebih banyak program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Hendro Cahyono, hingga saat ini kerja sama antara TNI dan berbagai BUMN di wilayah Nusa Tenggara Timur telah menghasilkan puluhan fasilitas air bersih yang tersebar di berbagai daerah.
“Saat ini kerja sama dengan BUMN bersama TNI di NTT sudah menghasilkan 97 titik sumur bor dengan bak penampung air bersih. Jika termasuk pompa hidran, jumlahnya sudah sekitar 110 titik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas air bersih di Kelurahan Sulamu diproyeksikan akan memberikan manfaat bagi sekitar 216 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 862 jiwa. Ke depan, ia berharap pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat berkoordinasi dengan masyarakat untuk mengembangkan sistem pipanisasi agar distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.
“Terima kasih kepada Bank Mandiri atas dukungan yang sangat berarti bagi masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh perbankan lainnya. Bagi masyarakat, kami ucapkan selamat memanfaatkan fasilitas ini. Gunakan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran untuk merawatnya,” ujarnya.
Peresmian fasilitas air bersih tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kasirem 161/Wirasakti Kupang, para kepala seksi Korem, Dandim 1604/Kupang, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Sulamu, Lurah Sulamu, Kapolsek Sulamu, serta perwakilan berbagai institusi perbankan dan BUMN di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Bagi masyarakat Sulamu, kehadiran sumur bor ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik semata. Ia merupakan simbol harapan baru yang tumbuh dari tanah yang selama ini akrab dengan keterbatasan air.
Dari kedalaman bumi Sulamu, kini mengalir sumber kehidupan yang membawa ketenangan, kesehatan, serta peluang bagi masa depan yang lebih baik.
Di balik setiap tetes air yang mengalir dari sumur tersebut, tersimpan makna mendalam tentang arti kebersamaan. Bahwa ketika kepedulian sosial, tanggung jawab moral dan semangat kolaborasi bertemu dalam satu tujuan yang mulia, maka air tidak hanya mengalir sebagai kebutuhan hidup—tetapi juga sebagai aliran harapan yang menghidupkan masa depan masyarakat.
