BB – Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi penuh kehangatan kepada Pastor Paroki St. Helena Bunda Orang Miskin Takari, RD Beatus Nenu, Pr, dalam rangka merayakan 22 tahun pelayanan imamat RD Beatus.
Kunjungan tersebut berlangsung di Rumah Pastoran Paroki St. Helena, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur,Rabu 0210
Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan syukur, Kapolres membawa nasi tumpeng, yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam budaya Indonesia. Kedatangan Kapolres disambut hangat oleh RD Beatus Nenu, yang turut mengagungkan selendang kepada Kapolres sebagai tanda kehormatan. Suasana silaturahmi ini berlangsung dalam nuansa penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, RD Beatus Nenu mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut, sembari berharap agar hubungan baik antara pihak kepolisian dan gereja terus terjalin erat.
“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Kapolres dan jajarannya di momen istimewa ini. Semoga kebersamaan ini memperkuat sinergi kita dalam menjaga keamanan dan ketentraman di Kabupaten Kupang,” ujarnya.
Setelah prosesi simbolik tersebut, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama, di mana RD Beatus menjamu Kapolres dan rombongan dengan hidangan khas setempat. Momen ini menandai ikatan persaudaraan yang semakin kuat antara pihak kepolisian dan gereja, yang bersama-sama berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, juga menggunakan kesempatan ini untuk mengajak RD Beatus dan umat Katolik Paroki St. Helena Takari berpartisipasi aktif dalam menjaga situasi yang kondusif selama tahapan kampanye hingga hari pemungutan suara pada Pemilihan Umum 2024, yang akan berlangsung pada 27 November.
“Peran serta tokoh agama sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Saya berharap, kerja sama ini terus berjalan dengan baik untuk mendukung terciptanya suasana yang damai di wilayah Kabupaten Kupang,” ungkap Kapolres.
Kunjungan silaturahmi ini tidak hanya menjadi perayaan atas 22 tahun dedikasi RD Beatus dalam pelayanan imamatnya, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan tokoh agama.
Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat Kupang.
