Amfoang,BBC – Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan kembali melakukan penanaman ulang anakan pohon jenis Trambesi dan Tabebuya sebagai upaya mengganti tanaman yang mati akibat musim panas panjang beberapa waktu terakhir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperindah wilayah kecamatan

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Amfoang Selatan, Yan Tamoes, mengungkapkan bahwa penanaman ulang dilakukan untuk mengganti sebagian kecil pohon yang tidak berhasil tumbuh. Dari ratusan bibit yang sebelumnya ditanam, sekitar 105 anakan harus diganti karena tidak mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Pohon yang mati kami tanam ganti dengan anakan Trambesi dan Tabebuya untuk generasi ke depan. Ini penting agar lingkungan tetap hijau dan sejuk,” ujar Yan Tamoes ketika ditemui media ini pada senin 03/11/2025

Menurutnya, langkah penggantian ini juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menambahkan, sebagian bibit cadangan telah disiapkan sejak awal kegiatan penghijauan agar bisa digunakan untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan baik.

Selain ditanam di sekitar perkantoran dan jalan utama kecamatan, bibit Trambesi dan Tabebuya juga dibagikan ke sekolah-sekolah. Sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) turut berpartisipasi dalam gerakan menanam tersebut.

“Kami sudah bagikan anakan ke tiap sekolah. Anak-anak sekolah juga ikut menanam agar mereka belajar mencintai lingkungan sejak dini,” tambah Yan Tamoes.

Ia menjelaskan, musim panas yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penghijauan. Banyak bibit yang tidak mampu beradaptasi dengan suhu panas dan kekurangan air. Karena itu, pihak kecamatan kini telah menyusun jadwal penyiraman rutin agar bibit yang baru ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Kegiatan ini juga dilakukan secara bergotong royong bersama perangkat desa dan para guru di sekolah-sekolah. Mereka berupaya memastikan bahwa setiap bibit yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi juga dirawat dengan penuh tanggung jawab.

Pohon Trambesi dipilih karena dikenal memiliki kanopi lebat yang mampu memberikan keteduhan, sementara Tabebuya dipilih karena keindahan bunganya yang mampu mempercantik suasana desa. Kombinasi kedua jenis pohon tersebut diharapkan menciptakan lingkungan yang asri, teduh dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

“Kami ingin pohon-pohon ini menjadi warisan hijau untuk anak cucu kami nanti. Sekalipun musim panas datang lagi, kami akan tetap menanam,” tutur Yan Tamoes penuh harap.

Kegiatan penanaman ulang ini juga menjadi simbol semangat masyarakat Amfoang Selatan untuk tidak menyerah pada tantangan alam. Meski sebagian pohon mati, semangat untuk menjaga bumi tetap hidup dan tumbuh bersama generasi muda.

Dengan adanya program penghijauan berkelanjutan ini, pemerintah kecamatan berharap agar Amfoang Selatan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal pelestarian lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pohon-pohon muda yang kini tumbuh di tanah Amfoang Selatan bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga simbol harapan, keteguhan dan cinta masyarakat terhadap bumi yang mereka pijak.