Kupang, BBC — Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, pendidikan karakter merupakan fondasi utama yang menopang kualitas bangsa di masa depan.

Kegiatan pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kupang Tahun 2025, yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kupang, Yosef Lede Selasa (29/7/2025) di Hotel Sasando Kupang, menjadi cerminan konkret dari proses tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar persiapan teknis menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, tetapi merupakan bentuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan serta tanggung jawab sosial yang bersifat transformatif.

Upacara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati Kupang kepada 46 calon anggota Paskibraka terpilih, yang selanjutnya akan mengikuti proses pelatihan intensif di Oelamasi.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah amanah nasional yang melampaui sekadar simbolisme seremonial.

Ia menyebut peran paskibraka sebagai agen perubahan, yang dibentuk untuk mengaktualisasikan nilai disiplin, etika dan integritas dalam konteks kebangsaan.

“Paskibraka adalah panggilan kebangsaan yang tidak bisa diperoleh hanya dengan keberuntungan. Ini adalah seleksi nilai, moral dan tekad. Generasi inilah yang kita harapkan menjadi pelopor bangsa yang tangguh dan bermoral tinggi,” tutur Bupati Lede.

Sebanyak 46 peserta, hasil seleksi ketat dari berbagai sekolah menengah atas di seluruh Kabupaten Kupang, diserahkan secara simbolis kepada Koordinator Pelatih, Danramil 1604-04/Amarasi, Kapten Infanteri I Ketut Sabda Andika. Selama masa pelatihan, para peserta akan ditempa melalui pendekatan edukatif-komprehensif yang melibatkan unsur fisik, mental, spiritual dan kecakapan kepemimpinan.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak, khususnya para pelatih dari TNI, dalam mentransformasikan latihan menjadi proses pembentukan identitas kebangsaan.

“Latih mereka dengan hati, bukan sekadar instruksi. Bangun karakter mereka melalui disiplin, keteladanan dan dialog nilai. Ini bukan hanya demi upacara, melainkan demi republik yang kita cintai,” ucapnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi yang telah bekerja secara transparan, objektif dan inklusif, dengan melibatkan seluruh SMA di wilayah Kabupaten Kupang.

Dalam konteks pembangunan nasional, kegiatan Paskibraka tidak hanya memiliki dimensi simbolis, tetapi juga substantif. Ini adalah ruang pedagogis informal yang membentuk karakter unggul—baik secara moral, intelektual, maupun sosial.

Para peserta tidak hanya dilatih untuk mengibarkan bendera secara presisi, tetapi juga untuk memahami tanggung jawab kolektif sebagai warga negara.

Keberadaan Paskibraka menjadi penting dalam mendorong terciptanya generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman, terutama dalam kerangka Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, proses pelatihan ini harus dilihat sebagai investasi strategis jangka panjang dalam pembangunan nasional.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat strategis, antara lain Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Pasi Intel Kodim 1604/Kupang Mayor Inf. Hendri Dunant, Plt. Sekretaris Daerah Pieter Sabaneno, Asisten Sekda Novita Foenay, serta tokoh masyarakat Marthen Rahakbauw.