Kupang, BBC – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menapaki babak baru pembangunan. Dalam momentum penandatanganan kontrak pekerjaan konsultan dan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kupang, Gubernur Melki Laka Lena menyatakan bahwa proyek infrastruktur tahun ini menjadi titik balik menuju masa depan gemilang bagi NTT.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Gubernur Melki menekankan bahwa pembangunan kali ini tidak sekadar menjalankan program, tetapi menanam fondasi bagi NTT yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

“2025 bukan sekadar angka dalam kalender. Ini adalah titik balik. Proyek ini menjadi pijakan untuk NTT bangkit sebagai provinsi strategis, bukan hanya di timur Indonesia, tapi juga di peta nasional,” tegas Melki.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur yang dijalankan harus memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kontraktor, konsultan, dan semua pihak yang terlibat diminta untuk bekerja sesuai aturan dan standar kualitas terbaik.

“Kita tidak ingin proyek ini hanya bagus di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini tertinggal,” katanya.

Proyek infrastruktur 2025 mencakup pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga infrastruktur dasar di sektor pendidikan dan kesehatan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kolaborasi dan Ekosistem Konstruksi yang Seimbang

Melki menyampaikan bahwa kesuksesan pembangunan bergantung pada sinergi semua elemen. Dalam acara tersebut, ia mengajak kontraktor lokal, BUMN, penyedia jasa keuangan, pengawas proyek, akademisi, hingga media untuk menjadi bagian dari ekosistem konstruksi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Tidak boleh ada dominasi satu pihak. Kontraktor lokal harus dilibatkan. BUMN pun kami dorong agar berbagi ruang kepada pelaku usaha di daerah,” ujarnya.

Kehadiran DPRD dan perwakilan instansi vertikal di acara itu menjadi bukti komitmen bersama dalam memastikan proses pembangunan berjalan transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Gubernur Melki juga mengungkap strategi cerdas yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT, yakni dengan mengejar peluang program nasional yang gagal dilaksanakan di provinsi lain. Dana dari proyek-proyek tersebut, menurutnya, dapat dialihkan ke NTT agar tidak hangus di akhir tahun anggaran.

“Kami selalu berkomunikasi aktif dengan pusat. Jika ada proyek gagal di Kalimantan, Sumatera, atau Jawa, kami siap eksekusi di NTT. Ini bagian dari strategi percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Beberapa proyek strategis nasional seperti pembangunan bendungan, revitalisasi irigasi, dan kawasan sentra produksi akan dialihkan dan diperkuat di NTT berkat lobi intensif tersebut.

NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang

Dalam pidatonya, Gubernur Melki juga memperkenalkan branding baru bagi provinsi yang ia pimpin: NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang.

Julukan ini merujuk pada dua potensi besar NTT ke depan:

Produksi Garam Nasional: NTT akan menjadi sentra produksi garam terbesar, dengan proyek unggulan di Rote Ndao, Sumba, Sabu, dan Lembata.

Energi Baru Terbarukan (EBT): Dengan potensi energi panas bumi, angin, arus laut, dan matahari yang besar, NTT ditargetkan menjadi lumbung energi hijau untuk Indonesia.

“NTT bukan lagi provinsi pinggiran. Kita akan jadi provinsi strategis yang menghidupi negeri ini lewat garam dan energi,” ujarnya.

Melki menekankan bahwa seluruh pelaksanaan proyek akan didampingi oleh tim teknis dari berbagai lembaga, termasuk balai-balai pusat. Ia ingin memastikan bahwa dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, semua proses berjalan sesuai standar mutu dan regulasi.

“Tahun ini kita mulai bangun jalan-jalan yang benar-benar sampai ke desa. Kita bangun jembatan yang menghubungkan bukan hanya dua sisi sungai, tapi dua sisi masa depan,” ucap Melki penuh semangat.

Gubernur juga mengajak semua pihak untuk tidak menyerah, seraya mengutip pesan personalnya dari lagu ciptaannya berjudul “Jangan Menyerah”, yang menggambarkan bahwa kerja keras di masa gelap akan berbuah terang.

Dampak Ganda: Ekonomi dan Sosial

Dengan berbagai proyek yang dimulai pada tahun 2025, diharapkan terjadi efek berganda:

1. Peningkatan Lapangan Kerja – Masyarakat lokal diberdayakan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan fisik proyek.

2. Pemberdayaan UMKM dan Kontraktor Lokal – Memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha daerah.

3. Peningkatan PAD dan Aset Infrastruktur – Memberi kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pemerataan pembangunan.

Dengan tekad kuat, strategi nasionalis, dan pola kerja kolaboratif, proyek-proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2025 menjadi landasan penting bagi kebangkitan NTT. Di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena, NTT tidak lagi menjadi provinsi yang menunggu bantuan, tapi daerah yang siap memimpin perubahan dan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.

“Kita bangkit bersama. NTT tidak menunggu giliran, tapi mengambil peran,” tutup Melki penuh optimisme.