Kupang, BBC — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggencarkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang terpatri kuat di tengah masyarakat desa.
Sejak awal bulan Agustus, warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan lingkungan rumah, pekarangan hingga bahu jalan desa. Di sepanjang jalan utama Desa Nunsaen, umbul-umbul dan bendera merah putih telah dipasang rapi dan serentak, menciptakan suasana semarak kemerdekaan yang khas dan membangkitkan rasa kebangsaan.
Kepala Desa Nunsaen, Litherheart Niuflapu, saat diwawancarai pada Selasa (5/8/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah desa dan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami pemerintah dan masyarakat Desa Nunsaen bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan dan menghiasi desa dengan atribut kemerdekaan. Ini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali rasa syukur dan semangat gotong royong,” ujar Litherheart Niuflapu.
Gotong royong ini tidak hanya menjadi ajang bersih-bersih lingkungan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Anak-anak muda hingga tokoh adat turut berpartisipasi, menandakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut kemerdekaan dengan cara yang bermakna.
Selain memasang umbul-umbul, Pemerintah Desa Nunsaen juga merencanakan sejumlah kegiatan menyambut 17 Agustus, seperti lomba-lomba tradisional, upacara bendera dan diskusi reflektif mengenai kemerdekaan dan pembangunan desa.
Pemasangan bendera dan umbul-umbul tidak hanya sekadar formalitas tahunan, namun menjadi lambang penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta dorongan untuk membangun desa yang bersih, sehat dan berdaya saing.
Kepala Desa menekankan bahwa membangun nasionalisme tidak harus menunggu momen besar—melainkan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Desa Nunsaen menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh subur dari wilayah pedesaan. Dengan gotong royong, kebersamaan, dan kerja nyata, masyarakat desa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dari akar rumput.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
