Kupang, BBC – Membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga tentang bagaimana pengetahuan, riset dan inovasi mampu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat.
Kesadaran inilah yang menjadi dasar academic collaboration antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Universitas Nusa Cendana (Undana).
Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Sekretaris Daerah Teldi Sanam, berkunjung ke Kampus Undana dan diterima langsung oleh Rektor, Prof. Dr. drh. Maxs UE Sanam, MSc, di Gedung Rektorat, Rabu (23/9).
Pertemuan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Kabupaten Kupang.
Dalam paparannya, Bupati Yosef Lede menekankan bahwa pembangunan daerah tidak dapat bersifat government-centric semata. Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan terletak pada keterhubungan antara policy makers dan knowledge producers.
“Membangun Kabupaten Kupang tidak bisa secara soliter. Diperlukan scientific concept, knowledge transfer dan best practices dari kampus unggulan seperti Undana. Hanya dengan sinergi akademis-lintas-sektor inilah, visi Kupang Emas dapat diwujudkan,” tegas Yosef Lede.
Kabupaten Kupang, sebagai salah satu daerah dengan wilayah terluas di Nusa Tenggara Timur, memiliki potential resources di sektor pertanian, peternakan, kelautan dan pariwisata.
Namun, Yosef menggarisbawahi bahwa pengelolaan potensi tersebut harus bertumpu pada capacity building dan human resources development yang kokoh.
Rektor Prof. Maxs UE Sanam menegaskan bahwa Undana siap memainkan peran sebagai strategic partner dalam pembangunan Kupang.
Ia menekankan peran universitas bukan semata-mata sebagai lembaga pengajaran, tetapi sebagai center of excellence yang mampu memformulasikan solusi berbasis science, technology and innovation.
“Kami menyambut baik inisiatif Bupati Kupang yang mau membangun dialog akademis. Universitas memiliki mandat untuk menghadirkan research collaboration, policy recommendation dan community engagement yang berdampak nyata (real impact) bagi masyarakat,” ujar Prof. Maxs.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan awal dari sebuah long-term partnership yang produktif, visioner dan berkelanjutan.
Penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Kupang dan Undana mencakup bidang yang luas dan strategis, antara lain:
pengembangan pendidikan dan capacity building,
riset terapan di sektor pertanian, peternakan dan kelautan,
peningkatan kompetensi aparatur sipil negara melalui academic training
serta dukungan akademis dalam policy formulation di bidang hukum dan pemerintahan.
Turut hadir dalam pertemuan ini sejumlah pejabat kunci, baik dari lingkup Pemkab Kupang—antara lain Paulus Liu (Ka. BP4D), Okto Tahik (Kaban P4D), Marthen Rahakbauw (Kadis PK), serta Amin Juariah (Kadis Pertanian)—maupun dari Undana, termasuk Wakil Rektor dan Dekan dari berbagai fakultas strategis.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa visi Kabupaten Kupang Emas tidak sekadar dibangun melalui jargon politik, melainkan melalui knowledge-based development yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai motor utama transformasi.
Sinergi antara policy makers dan academic leaders inilah yang diyakini dapat menjadi pondasi kokoh bagi terwujudnya Kabupaten Kupang yang inklusif, berdaya saing dan relevan dengan tantangan global.
