BB – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi mengukuhkan pengurus Forum Pemred SMSI masa bakti 2024 – 2029 dalam acara yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta,26/09/2024

Forum Pemred SMSI diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan profesionalisme dan inovasi di dunia media daring Indonesia.

Acara ini merupakan bagian dari Konvensi Nasional SMSI 2024 dengan tema “Mengukuhkan Keberagaman dalam Kebersamaan.” Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus menekankan pentingnya kebebasan dan independensi media dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia juga berharap bahwa Forum Pemred SMSI dapat mengedepankan standar pers yang sesuai dengan ketentuan Dewan Pers.

SMSI, yang telah berdiri sejak 7 Maret 2017 dan diakui sebagai organisasi media siber terbesar di dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), memiliki lebih dari 2.670 anggota dari 34 provinsi di Indonesia. Firdaus menyoroti semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap media daring sebagai sumber informasi utama, yang menuntut inovasi dan kualitas yang lebih tinggi.

Forum Pemred SMSI, yang terdiri dari para pemimpin redaksi media daring Indonesia, diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaga kualitas jurnalisme dan memajukan media siber Indonesia. Dengan adanya pengurus baru yang dilantik, SMSI berharap media siber dapat terus berinovasi dalam memberikan informasi yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam acara ini, turut hadir berbagai tokoh penting dari industri media dan mitra, termasuk dukungan dari Google News Initiative, TADEX, BRI, dan Krakatau Steel. Ke depan, SMSI berkomitmen untuk terus memperkuat peran media daring dan memastikan bahwa media ini berfungsi secara profesional dan bertanggung jawab.

Pengurus Forum Pemred SMSI 2024 – 2029 terdiri dari berbagai pemimpin media siber terkemuka, termasuk Ketua Umum Dar Edi Yoga (askara.co), Wakil Ketua Umum Aldi Gultom (akurat.co), dan Ferry Edyanto (meganews.id).

Dengan kepengurusan ini, SMSI siap membawa media daring Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan meningkatkan profesionalisme dan kualitas jurnalistik.