KUPANG, BBC — Upaya percepatan penurunan angka stunting terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kupang.
Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh Aurum Obe Titu Eki ke Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (10/3/2026), dengan fokus utama pada penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung berbagai intervensi penanganan stunting di tingkat desa.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengevaluasi implementasi program penanganan stunting yang telah dijalankan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kupang meninjau secara langsung kegiatan posyandu yang menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi balita serta ibu hamil di desa tersebut.
Selain melakukan peninjauan, Aurum Obe Titu Eki juga berdialog dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga para orang tua.
Dialog tersebut dimaksudkan untuk mendengar secara langsung berbagai kendala, kebutuhan, serta dinamika yang dihadapi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Dalam arahannya kepada masyarakat, Wakil Bupati Kupang menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dalam proses tumbuh kembang anak.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sosial dan budaya saling mengingatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, langkah sederhana seperti saling berbagi informasi dan saling mengingatkan mengenai pola hidup sehat, gizi anak, serta perawatan ibu hamil dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya menekan angka stunting.
“Ada tanggung jawab kita secara sosial untuk saling mengingatkan. Hal ini sebenarnya sederhana, tidak perlu sesuatu yang rumit. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita bertemu atau saling berkunjung, kita dapat saling mengingatkan tentang hal-hal baik yang mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujar Aurum Obe Titu Eki di hadapan warga.
Lebih lanjut, Wakil Bupati juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah yang hadir, baik dari unsur puskesmas maupun perangkat daerah terkait, agar tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan semata.
Menurutnya, bantuan dalam berbagai bentuk memang penting, namun harus disertai dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Ia menilai bahwa perubahan pola pikir masyarakat merupakan faktor kunci dalam upaya jangka panjang untuk menurunkan angka stunting. Oleh karena itu, setiap program bantuan yang diberikan hendaknya dibarengi dengan upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola makan sehat, perawatan ibu hamil, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
“Memberikan bantuan memang penting, tetapi tanggung jawab kita juga adalah menyampaikan hal-hal baik agar masyarakat dapat berubah pola pikirnya. Pemimpin yang bijak bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga mendorong perubahan pemahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan paket makanan tambahan serta alat kesehatan pendukung bagi keluarga yang memiliki risiko stunting. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi anak serta memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.
Selain itu, disepakati pula pembentukan tim pendamping khusus yang akan bertugas membantu mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program terkait penanganan stunting, seperti pemberian suplementasi gizi, penyuluhan pola makan sehat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.
Kunjungan kerja Wakil Bupati Kupang di Desa Nunkurus turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Imelda Sudarmadji, Sekretaris Camat Kupang Timur Yahya Letmani, Kepala Puskesmas Naibonat drg. Anak Agung Ayu Swandewi, serta Kepala Desa Nunkurus Ardyzed Nalle bersama sejumlah unsur masyarakat setempat.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga generasi masa depan daerah dapat tumbuh sehat, kuat dan berkualitas.
