KUPANG, BBC – Air adalah sumber kehidupan. Di setiap tetesnya tersimpan harapan, kesehatan dan masa depan sebuah masyarakat.

Bagi warga Kelurahan Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, kehadiran sarana air bersih yang dibangun melalui Program DJPb Peduli bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah ikhtiar kemanusiaan yang menghadirkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih sehat, produktif dan sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Timur atas kepedulian dan kontribusi nyata melalui pembangunan sarana air bersih berupa sumur, tandon air, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat Sulamu.

Mewakili Bupati Kupang, Staf Ahli Bupati Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kain Maus dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan sarana air bersih Program DJPb Peduli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi mewujudkan program yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang dan seluruh masyarakat Kabupaten Kupang, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT yang telah menunjukkan kepedulian nyata melalui pembangunan sarana air bersih berupa sumur, tandon air dan fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat Kelurahan Sulamu,” ujar Kain Maus.

Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Dalam berbagai kajian pembangunan berkelanjutan, ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi, kualitas pendidikan, serta kesejahteraan sosial secara keseluruhan.

Karena itu, bantuan yang diberikan melalui Program DJPb Peduli memiliki nilai strategis yang jauh melampaui pembangunan fisik semata. Kehadiran sarana air bersih menjadi investasi sosial yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sulamu.

“Penyediaan akses air bersih yang layak merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” kata Kain Maus.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju “Kabupaten Kupang Emas”, sebuah cita-cita besar yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.

Dalam visi tersebut, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara merata.

Di wilayah pesisir seperti Sulamu, tantangan akses air bersih selama ini menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, pembangunan sarana air bersih dinilai menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pelayanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Kain Maus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata.

Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan gotong royong antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha, serta masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan modern, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Program DJPb Peduli menjadi contoh nyata bagaimana semangat kolaboratif mampu menghadirkan solusi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi yang dibangun melalui Program DJPb Peduli sebagai wujud nyata semangat gotong royong dalam pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Sulamu untuk menjaga, merawat dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, keberlanjutan manfaat sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembangunan fisiknya, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam memelihara dan mengelolanya secara baik.

Ajakan tersebut menjadi penting mengingat sarana air bersih yang tersedia diharapkan dapat terus memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat saat ini, tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang.

“Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai program pembangunan lainnya di Kabupaten Kupang. Dengan semangat kolaborasi, kita optimis mampu mewujudkan Kabupaten Kupang yang semakin maju, aman dan sejahtera,” pungkasnya.

Kehadiran sarana air bersih di Sulamu sesungguhnya menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar bangunan sumur dan tandon air. Ia menjadi simbol kepedulian, gotong royong dan keberpihakan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Dari tanah pesisir yang selama ini menanti, kini mengalir mata air harapan yang membawa kehidupan.

Sebab pembangunan yang paling bermakna bukanlah yang hanya meninggalkan jejak beton dan bangunan, melainkan pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi manusia. Dan di Sulamu, melalui setiap tetes air yang kini mengalir, harapan tentang kehidupan yang lebih sehat, lebih bermartabat dan lebih sejahtera perlahan tumbuh menjadi kenyataan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Camat Sulamu, Lurah Sulamu, Kapolsek Sulamu, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.