Kupang, BBC — Bupati Kupang, Yosef Lede menegaskan bahwa panen bukan semata-mata soal hasil pertanian, melainkan merupakan bentuk nyata dari rasa syukur jemaat kepada Tuhan yang memberkati.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam momen Ibadah Kebangsaan dan Syukur Panen yang berlangsung di Jemaat GMIT Lopo Maus Tualeu, Kecamatan Nekamese, Minggu (3/8/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kupang, Tonci Teuf, serta dipimpin oleh Pendeta Eveline Lewaherilla yang menyampaikan khotbah dengan tema bulan kebangsaan GMIT: “Allah Peduli dan Memiliki Rencana bagi Bangsa Indonesia.”
Dalam khotbahnya, Pendeta Eveline mengajak jemaat untuk tidak kehilangan harapan, meskipun tantangan hidup terus menguji iman. Ia menekankan bahwa doa adalah kekuatan yang menunjang langit, dan bahwa orang percaya dipanggil untuk mengikuti rancangan Allah agar hidup tetap diberkati.
“Jangan menyerah ketika kebaikan tidak dibalas dengan kebaikan. Tetaplah berserah, sebab Tuhan tidak tinggal diam. Allah peduli bagi umat-Nya yang percaya dan bersyukur,” tegas Pendeta Eveline.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sikap bersyukur adalah penangkal utama dari rasa kuatir. Dengan bersyukur, hati menjadi damai dan siap menerima berkat Tuhan, apapun bentuk dan besarnya.
Sementara Bupati Yosef Lede dalam sambutannya mengapresiasi semangat jemaat dalam menyambut hasil panen dengan ibadah dan puji syukur kepada Tuhan. Ia menilai, keberhasilan dalam bertani bukanlah hasil semata dari kerja keras, melainkan campur tangan ilahi yang patut disyukuri.
“Saya berdiri di sini sebagai Bupati karena doa masyarakat. Panen yang saudara-saudara nikmati hari ini adalah buah dari kerja dan iman. Tuhan telah memberkati tanah yang subur dan cuaca yang baik. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan bijak dan tekun,” ucap Yos Lede.
Ia juga mengingatkan bahwa program ketahanan pangan nasional harus dijawab oleh masyarakat dengan semangat kerja yang tinggi. Pemerintah Kabupaten Kupang, kata dia, tengah menggencarkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pertanian, pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Kita ingin pangan tidak perlu jauh-jauh. Beli dari jemaat, dari masyarakat sendiri. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi kedaulatan pangan dan kesejahteraan bersama,” imbuhnya.
Perayaan syukur ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. Bupati Yos Lede menyampaikan bahwa seluruh kegiatan perayaan akan dipusatkan di Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang, sebagai bentuk pemersatu masyarakat dari berbagai kecamatan.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pesta rakyat, UMKM fair, lomba-lomba budaya, karnaval kebangsaan dan Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan nasionalisme di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat. Ia menyebut kerja bersama sebagai fondasi utama dalam membangun Kabupaten Kupang menuju visi besar “Kabupaten Kupang Emas”.
“Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Pemerintah butuh dukungan gereja dan masyarakat. Jika iman dijaga, kerja ditingkatkan, dan syukur dinyatakan, saya yakin Kabupaten Kupang akan menjadi daerah yang diberkati dan sejahtera,” pungkasnya.
