Kupang, BBC – Pemerintah Desa Passi, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan anak melalui program peningkatan status gizi balita. Program ini dijalankan secara terpadu dengan memanfaatkan alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebagai sumber pendanaan utama.

Sekretaris Desa Passi, Jonry Paut mewakili Kepala Desa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bersinergi dengan Puskesmas Oelbiteno. Salah satu agenda penting adalah Bulan Penimbangan dan Pemberian Vitamin A, yang secara rutin digelar setiap bulan Februari dan Agustus. Pada tahun ini, kegiatan tersebut menjangkau 41 balita yang tersebar di dua dusun.

“Harapan kami, dengan adanya bulan penimbangan dan intervensi melalui Dana Desa, dapat terjadi penurunan angka gizi buruk dan peningkatan kesehatan anak secara menyeluruh,” ujar Jonry, Selasa (12/8/2025).

Selain pemantauan rutin, intervensi Dana Desa difokuskan pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui, serta pelatihan kader Posyandu untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan di tingkat desa. Total anggaran PMT Tahun 2025 mencapai Rp14.400.000, yang sepenuhnya diarahkan untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat.

Pemerintah Desa Passi juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, kader Posyandu, petugas kesehatan, dan pemerintah desa. Menurut Jonry, perbaikan gizi tidak hanya bergantung pada intervensi program, tetapi juga kesadaran keluarga dalam memberikan asupan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala

Dari sudut pandang kesehatan anak, program ini memiliki manfaat strategis. Pemenuhan gizi yang memadai pada 1.000 hari pertama kehidupan akan mendukung pertumbuhan fisik yang optimal, perkembangan kognitif yang baik, serta daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Dengan demikian, investasi pada gizi anak melalui Dana Desa bukan hanya mengurangi risiko gizi buruk, tetapi juga mempersiapkan generasi yang sehat, produktif dan berdaya saing di masa depan.

Kegiatan peningkatan gizi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-2 (Zero Hunger) dan ke-3 (Good Health and Well-Being).

Pemerintah Desa Passi optimistis bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengatasi masalah gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.