KUPANG ,BBC — Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan antropometri atau tinggi badan anak, melainkan persoalan fundamental yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia, daya saing daerah dan keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Kick Off Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan Edukasi Kreasi Menu MPASI bersama Layanan Gizi Indofood di Aula Kantor Camat Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa (03/03/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana merupakan kewenangan pemerintahan wajib yang harus dilaksanakan secara sinergis oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Implementasi kebijakan tersebut dijalankan melalui BKKBN sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting nasional, melalui Program Bangga Kencana yang diarahkan pada terwujudnya keluarga berkualitas dan pembangunan penduduk yang seimbang sebagai fondasi utama pembangunan manusia unggul.

“Melalui kebijakan nasional percepatan penurunan stunting, pemerintah menegaskan pentingnya konvergensi dan integrasi lintas sektor. Penunjukan BKKBN sebagai ketua pelaksana mengharuskan adanya koordinasi, orkestrasi kebijakan, serta komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan di daerah agar setiap intervensi berjalan efektif, terukur, akuntabel dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan model intervensi kolaboratif yang menyasar keluarga berisiko stunting melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, masyarakat, serta dunia usaha.

Pendekatan ini dinilai strategis dalam memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan masyarakat berbasis kolaborasi dan tanggung jawab bersama.

Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Wakil Bupati, berkomitmen memperkuat dukungan kebijakan afirmatif, penganggaran berbasis kinerja, serta sinergi lintas perangkat daerah guna memastikan percepatan penurunan stunting berjalan konsisten.

Komitmen tersebut juga mencakup pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari aspek pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, maupun kesiapan sosial-emosional.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi persoalan kualitas generasi masa depan. Karena itu, percepatan penurunannya tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Diperlukan kolaborasi kolektif, termasuk dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya secara tegas.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Indofood yang berpartisipasi aktif dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Partisipasi tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan nutrisi selama tiga bulan kepada 75 bayi yang lahir pada akhir Agustus dan awal September 2024.

Dukungan sektor swasta ini dinilai sebagai wujud konkret tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat dan investasi jangka panjang pada kualitas generasi daerah.

Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat periode Januari 2026, prevalensi balita stunting di Kecamatan Kupang Timur masih menjadi perhatian serius.

Di wilayah kerja Puskesmas Oesao tercatat 247 balita atau sebesar 15,36 persen mengalami stunting. Sementara itu, di wilayah kerja Puskesmas Naibonat terjadi tren penurunan prevalensi dari 27,6 persen pada Desember 2025 menjadi 23,31 persen pada Januari 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang telah dilakukan mulai memberikan dampak positif. Namun demikian, Wakil Bupati menegaskan bahwa capaian tersebut belum dapat dianggap final.

Diperlukan penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis data, konsistensi implementasi program, peningkatan kapasitas kader, serta integrasi intervensi spesifik dan sensitif secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tidak boleh dimaknai sebatas pemberian bantuan nutrisi jangka pendek. Lebih dari itu, program ini merupakan komitmen kolektif untuk memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi optimal pada periode seribu hari pertama kehidupan (HPK), yang secara ilmiah merupakan fase emas penentu kualitas kesehatan, kecerdasan dan produktivitas di masa depan.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, masyarakat dan dunia usaha terus diperkuat secara sistematis dan berintegritas.

Menurutnya, tanggung jawab kolektif dalam percepatan penurunan stunting adalah prasyarat utama untuk membangun generasi Kabupaten Kupang yang sehat, cerdas, produktif, serta memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan pembangunan regional dan nasional.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.