BB – Insiden kekerasan yang dialami seorang pegawai PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian publik setelah video kekerasan tersebut viral di media sosial.
Pegawai wanita PNM berinisial MG, menjadi korban kekerasan verbal dan fisik yang diduga dilakukan oleh Wempi Tafuli, seorang warga setempat.
Pada Kamis (31/10/2024), MG beserta keluarganya resmi melaporkan kejadian tersebut di Mapolsek Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dalam laporannya, korban menuntut keadilan dan perlindungan hukum atas insiden kekerasan yang dialaminya saat menjalankan tugas di Biuduk Fohi, Kabupaten Malaka. Keluarga korban berharap tindakan hukum segera dilakukan untuk menangkap pelaku yang dikabarkan telah melarikan diri.
Kapolsek Boking, IPTU Edwin F. Lalang, melalui Kanitres Aiptu Olief Nilla, membenarkan adanya laporan dari korban MG.
“Benar, korban telah melapor dengan dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan polisi tercatat dengan No: LP/15/X/2024/POLSEK BOKING/POLRES TTS/POLDA NTT,” jelas Aiptu Olief.

Menurut pengakuan calon istri terduga pelaku, Wempi Tafuli langsung melarikan diri usai insiden tersebut terjadi. Keluarga korban, melalui perwakilannya yang bermarga Tefa, menekankan pentingnya kasus ini diusut tuntas.
“Kami tidak hanya menuntut keadilan bagi korban, tetapi juga efek jera agar kejadian seperti ini tak terulang di masa depan,” ujarnya.
Tefa menambahkan bahwa laporan ini diharapkan memberi rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi pegawai PNM yang menjalankan tugas di lapangan.
Keluarga korban juga mendesak polisi segera menangkap Wempi Tafuli agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Video kekerasan yang viral di media sosial telah memicu gelombang kecaman dari masyarakat. Dalam video tersebut, Wempi Tafuli terlihat melakukan tindakan kekerasan verbal dan fisik terhadap MG saat dirinya sedang bertugas. Publik pun meminta pihak kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku agar keadilan bagi korban segera terwujud.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena semakin maraknya kekerasan terhadap pegawai di lapangan. Para pekerja yang berjuang demi ekonomi masyarakat sering kali menghadapi situasi sulit, dan insiden ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi mereka.
Polsek Boking diharapkan segera mengambil tindakan untuk mencegah kaburnya pelaku lebih jauh. Keluarga korban menuntut kepastian hukum agar insiden ini tidak menimbulkan rasa ketakutan di tengah masyarakat.
Kasus kekerasan terhadap pegawai PNM ini menjadi simbol perjuangan untuk keadilan dan perlindungan hak-hak pekerja. Keluarga dan masyarakat berharap tindakan cepat dan tegas dari kepolisian agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
