KUPANG, BBC — Semangat olahraga, keberanian untuk berkompetisi, dan tekad membangun generasi muda yang sehat menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter peserta didik.

Hal tersebut ditunjukkan SMP Negeri 10 Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, dengan mengutus lima siswa untuk berpartisipasi dalam lomba lari 10 kilometer (10K) pada kegiatan Tour de Entete dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, tersebut mengambil titik start di SDK Santo Yoseph Noelbaki dan garis finis di depan Kantor Polres Kupang.
Keikutsertaan lima peserta didik SMP Negeri 10 Oesusu Takari ini menjadi wujud nyata dukungan sekolah terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya dalam bidang olahraga dan pembentukan karakter melalui aktivitas fisik yang terarah.

Kepala SMP Negeri 10 Oesusu Takari, Dorkas Albertina Na’u, S.Pd., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa partisipasi peserta didik dalam kegiatan olahraga bukan semata-mata bertujuan mengejar kemenangan, melainkan juga menjadi sarana pendidikan untuk membangun kedisiplinan, ketahanan fisik, mental, tanggung jawab, serta semangat sportivitas.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas melalui proses pembelajaran akademis, tetapi juga melalui berbagai pengalaman nyata yang membentuk kepribadian dan kemampuan peserta didik.

Ia memandang kegiatan Tour de Entete sebagai kesempatan berharga bagi para siswa untuk mengembangkan keberanian, mengukur kemampuan diri, serta belajar menghargai proses dan perjuangan dalam mencapai tujuan.

“Keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Kami ingin peserta didik tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki kesehatan jasmani, mental yang kuat, kedisiplinan, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif. Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, tetapi bagaimana mereka berproses, berjuang, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik sekolah,” demikian substansi pesan kepala sekolah.

Dorkas juga mengharapkan agar kelima peserta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjaga kesehatan, mematuhi arahan pelatih, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan selama kegiatan berlangsung.

Adapun lima peserta didik yang dipercayakan mewakili SMP Negeri 10 Oesusu Takari dalam lomba lari 10 kilometer tersebut adalah:

Anugrah Naben – Kelas VIII B.
Thomas Banamtuan – Kelas IX A.
Yance Abakut – Kelas VIII B.
Risna Kiuk – Kelas VIII A.
Clarisa Abakut – Kelas VII C.

Kelima peserta tersebut merupakan siswa yang mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, semangat, dan ketahanan fisik dalam kompetisi olahraga yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT.

Dalam mempersiapkan para siswa, SMP Negeri 10 Oesusu Takari menugaskan Melki Ayub Ckotnilis Suan, S.Pd.Gr., yang dikenal dengan sapaan Mekos, sebagai pelatih, dengan dukungan Yane Bait, S.Pd.Gr., yang turut membantu proses pendampingan dan pembinaan peserta.

Selain itu, Alvin Taeko, yang bertugas sebagai tenaga keamanan sekolah, turut memberikan dukungan dan pendampingan dalam kegiatan tersebut.

Peran para pendamping ini menjadi bagian penting untuk memastikan peserta memperoleh arahan, dukungan, serta perhatian selama mengikuti kegiatan olahraga

Secara edukatif, olahraga lari jarak 10 kilometer membutuhkan persiapan fisik, pengaturan stamina, konsistensi latihan, pengendalian diri dan kemampuan mengelola tenaga. Peserta tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga perlu memahami strategi berlari, menjaga ritme pernapasan, melakukan pemanasan, serta memperhatikan kondisi kesehatan.

Bagi peserta didik, pengalaman mengikuti perlombaan semacam ini dapat menjadi media pembelajaran yang melengkapi pendidikan formal. Mereka belajar bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan, kedisiplinan, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki kemampuan.

Keikutsertaan lima siswa SMP Negeri 10 Oesusu Takari dalam Tour de Entete HUT ke-68 Provinsi NTT Tahun 2026 sekaligus membawa pesan bahwa sekolah di wilayah pedesaan juga memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi muda yang aktif, sehat, berkarakter dan berdaya saing.

Pada akhirnya, setiap langkah yang ditempuh para siswa di lintasan 10 kilometer bukan sekadar perjalanan menuju garis finis. Lebih dari itu, setiap langkah merupakan pengalaman pendidikan tentang perjuangan, keberanian, persahabatan dan penghargaan terhadap proses.

Sebab, pendidikan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana seorang anak dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, sehat dan berani menghadapi tantangan kehidupan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.