KUPANG, BBC – Di negeri yang terbentang dari pesisir hingga pegunungan, dari desa-desa yang dipeluk savana hingga permukiman yang jauh dari pusat layanan kesehatan, ada jutaan harapan yang sedang dijaga dalam diam.
Harapan itu bukan berdiri megah dalam bentuk gedung-gedung tinggi, bukan pula terukir pada jalan-jalan yang membelah bukit dan lembah. Harapan itu hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: setetes imunisasi yang disuntikkan ke lengan seorang anak.
Mungkin hanya beberapa detik prosesnya berlangsung. Namun di balik detik yang singkat itu, tersimpan doa panjang seorang ibu, kecemasan seorang ayah, pengabdian seorang tenaga kesehatan dan komitmen negara untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk hidup, tumbuh dan bermimpi.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Workshop Penguatan Program Imunisasi Terintegrasi dan Komitmen Keberlanjutan Pembiayaan Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, Kamis (18/6/2026), di Hotel T – more, Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Aurum mengajak seluruh peserta untuk melihat pembangunan daerah dari perspektif yang lebih mendalam.
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi ataupun banyaknya infrastruktur yang dibangun. Kemajuan sejati terletak pada kualitas manusia yang hidup di dalamnya.
Sebab pada akhirnya, jalan yang mulus tidak akan berarti apabila anak-anak tumbuh dalam kondisi rentan terhadap penyakit. Gedung yang megah tidak akan banyak bermakna apabila generasi penerus kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal akibat masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
“Dalam pembangunan daerah, kualitas pembangunan manusia yang unggul hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat kesehatannya prima serta memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata dan berkelanjutan,” tegas Aurum.
Pernyataan tersebut sejalan dengan konsep human development yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan. Sebab manusia yang sehat memiliki kemampuan belajar lebih baik, produktivitas yang lebih tinggi, serta daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Aurum menjelaskan bahwa salah satu bentuk investasi kesehatan paling efektif (cost-effective health investment) yang dimiliki bangsa ini adalah imunisasi.
Secara ilmiah, imunisasi terbukti mampu melindungi anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah, sekaligus menurunkan risiko kesakitan (morbidity), kecacatan (disability), bahkan kematian (mortality).
Namun lebih dari sekadar program kesehatan, imunisasi sesungguhnya adalah kisah tentang cinta yang bekerja melalui ilmu pengetahuan.
Ia adalah pelukan yang diberikan negara kepada anak-anaknya.
Ia adalah bentuk kasih sayang yang diterjemahkan ke dalam kebijakan publik.
Ia adalah cara masyarakat berkata kepada generasi yang akan datang: “Kami ingin kalian hidup lebih lama, tumbuh lebih sehat dan bermimpi lebih tinggi daripada kami.”
Menurut Aurum, imunisasi bukan sekadar layanan kesehatan rutin yang diberikan kepada anak-anak. Imunisasi merupakan instrumen strategis dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat (community health resilience) dan menciptakan perlindungan kelompok (herd immunity) yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Melalui imunisasi, kita tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membangun perlindungan kelompok yang memberikan perlindungan bagi masyarakat secara luas. Karena itu, imunisasi harus dipandang sebagai hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan untuk merealisasikannya,” ujarnya.
Kalimat itu mengandung pesan moral yang sangat dalam.
Sebab seorang anak tidak pernah memilih di mana ia dilahirkan.
Ia tidak memilih apakah rumahnya dekat atau jauh dari puskesmas.
Ia tidak memilih apakah keluarganya mampu atau tidak.
Ia juga tidak memilih apakah jalannya mudah dilalui atau harus menembus bukit, sungai dan bebatuan.
Karena itulah negara harus hadir.
Karena hak hidup dan hak sehat tidak boleh ditentukan oleh jarak, kemiskinan, ataupun kondisi geografis.
Aurum menegaskan bahwa tidak boleh ada seorang anak pun yang kehilangan haknya untuk memperoleh perlindungan melalui imunisasi hanya karena keterbatasan akses, kondisi geografis, maupun faktor sosial ekonomi.
“Tidak boleh ada anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh perlindungan melalui imunisasi hanya karena keterbatasan akses, kondisi geografis, maupun faktor sosial ekonomi. Imunisasi juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas orang nomor dua kabupaten kupang
Pernyataan tersebut bukan sekadar data dan argumentasi pembangunan. Ia adalah seruan kemanusiaan.
Sebab setiap anak yang gagal memperoleh imunisasi bukan hanya kehilangan perlindungan kesehatan.
Mereka juga berisiko kehilangan kesempatan belajar yang optimal.
Kehilangan peluang untuk tumbuh secara sehat.
Bahkan kehilangan sebagian dari masa depan yang seharusnya menjadi miliknya.
Sebaliknya, anak-anak yang sehat akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih pendidikan yang baik, berkembang secara optimal dan menjadi generasi produktif yang mampu membawa daerahnya menuju kemajuan.
Karena itulah Aurum menegaskan bahwa program imunisasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan Kabupaten Kupang.
Dalam perspektif sustainable development, kesehatan bukan hanya tujuan pembangunan, melainkan fondasi yang menopang seluruh bangunan peradaban.
Tidak ada pendidikan yang kuat tanpa anak-anak yang sehat
Tidak ada produktivitas yang tinggi tanpa tubuh yang terlindungi
Tidak ada bonus demografi tanpa generasi yang bertumbuh dengan baik
Dan tidak ada masa depan yang cerah apabila anak-anak hari ini dibiarkan menghadapi ancaman penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
Lebih lanjut, Aurum mengakui bahwa kondisi geografis Kabupaten Kupang menghadirkan tantangan tersendiri dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas.
Jarak yang jauh, wilayah yang luas, serta kondisi geografis yang beragam sering kali menjadi ujian dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke pelosok.
Namun baginya, tantangan bukan alasan untuk menyerah.
“Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas.
Namun tantangan tersebut tidak akan menjadi penghalang bagi Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Aurum, terus mendorong transformasi sistem kesehatan melalui penguatan pelayanan kesehatan primer (primary health care strengthening) dengan menempatkan pendekatan promotif dan preventif sebagai prioritas utama.
Dalam kerangka transformasi tersebut, imunisasi memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dalam mencegah penyakit sebelum terjadi.
“Imunisasi memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dalam mencegah penyakit,” jelasnya.
Karena itu, Aurum mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan program imunisasi sebagai bagian integral dari seluruh pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
“Program imunisasi harus menjadi satu prioritas pembangunan kesehatan daerah, serta menjadi inti penting dalam penguatan pelayanan kesehatan. Setiap puskesmas perlu memastikan bahwa target dan capaian imunisasi menjadi perhatian utama dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program kesehatan, sehingga tidak ada anak yang terlewatkan haknya untuk memperoleh perlindungan melalui imunisasi,” urainya.
Ajakan tersebut menegaskan bahwa menjaga anak-anak tetap sehat bukan tugas satu pihak semata. Ia membutuhkan multi-stakeholder collaboration yang melibatkan pemerintah, DPRD, fasilitas kesehatan, mitra pembangunan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan keluarga.
Sebab membangun masa depan tidak dapat dilakukan sendirian. Ia harus dilakukan bersama-sama..
Seperti menyalakan lilin di tengah gelap, cahaya baru akan menjadi terang apabila banyak tangan ikut menjaganya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate, menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Kupang memiliki komitmen yang sama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kesehatan masyarakat merupakan modal utama (social capital) yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah dan terwujudnya kesejahteraan bersama.
“Lembaga DPRD Kabupaten Kupang tentu juga menyadari bahwa tingkat kesehatan masyarakat yang baik adalah salah satu modal utama untuk menggenjot roda pembangunan di Kabupaten Kupang menuju cita-cita kesejahteraan bersama,” ungkap Habel.
Karena itu, DPRD Kabupaten Kupang akan terus mendukung Pemerintah Kabupaten Kupang dalam berbagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk menjamin keberlanjutan pelayanan imunisasi bagi seluruh anak di Kabupaten Kupang.
“Oleh karena itu, Lembaga DPRD Kabupaten Kupang akan terus mendukung Pemerintah Kabupaten Kupang dalam upayanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk dalam menyediakan pelayanan imunisasi kepada seluruh anak di Kabupaten Kupang secara berkelanjutan,” tegasnya.
Workshop tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Desemiyeti Ngatriyany, perwakilan UNICEF NTT, serta para kepala puskesmas se-Kabupaten Kupang.
Di penghujung kegiatan, satu pesan besar menggema melampaui ruang pertemuan itu.
Bahwa imunisasi bukan sekadar suntikan.
Ia adalah janji peradaban kepada anak-anaknya.
Ia adalah pagar kasih yang dibangun sebelum penyakit datang mengetuk pintu.
Ia adalah doa yang diwujudkan melalui ilmu pengetahuan.
Dan ketika seorang anak tersenyum setelah menerima imunisasi, sesungguhnya yang sedang tersenyum bukan hanya keluarganya, melainkan masa depan Kabupaten Kupang itu sendiri.
Karena dari setetes imunisasi, lahir sejuta harapan.
Dari satu anak yang terlindungi, tumbuh satu masa depan yang diselamatkan.
Dan dari komitmen bersama yang dijaga hari ini, akan lahir generasi yang kelak berdiri tegak, sehat, cerdas dan bermartabat, menjadi cahaya bagi tanah Timor yang mereka cintai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
