Kupang,BBC – Bupati Kupang, Yosef Lede secara resmi melepas kontingen Persatuan Sepak Bola Kabupaten Kupang (PSK) U-17 yang akan berlaga dalam ajang bergengsi Piala Gubernur Suratim Cup 2025.
Acara pelepasan berlangsung di ruang rapat Bupati Kupang, disaksikan oleh para pemain, pelatih, pengurus Askab PSSI, serta orang tua para atlet muda.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada para pemain muda.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan, sportivitas, dan kepatuhan terhadap arahan pelatih adalah fondasi utama dalam membentuk tim yang solid dan bermartabat.
“Yang terpenting adalah patuh. Semua yang diarahkan oleh pelatih dan manajer wajib diikuti dengan baik. Tidak disiplin dan tidak patuh, lebih baik tidak usah ikut karena kalian membawa nama daerah,” tegas Bupati Lede.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa hasil akhir pertandingan bukanlah segalanya, melainkan bagaimana para pemain menunjukkan semangat kebersamaan, menghormati lawan dan menjaga nama baik Kabupaten Kupang di level provinsi.
“Kekompakan adalah kunci. Semua pemain tentu punya mimpi dan harapan, tetapi jika tidak bersatu dan kompak, maka semuanya akan sia-sia,” ujarnya bijak.
Ia berharap bahwa turnamen ini menjadi sarana pembelajaran karakter, kerja sama tim, dan pembentukan etika generasi muda yang akan membawa Kabupaten Kupang ke arah yang lebih baik, tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kupang, Teldy Sanam menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Kupang atas dukungan penuh terhadap pengembangan sepak bola usia muda di daerah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang terus mendorong tumbuhnya bibit-bibit unggul sepak bola daerah. Ini bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap perkembangan generasi muda,” kata Teldy.
Ia menjelaskan bahwa tim PSK U-17 tergabung dalam Grup A, bersama sejumlah klub kuat seperti Tiara Nusa, Cristal FC, Persesba Sumba Barat, dan Persada SBD. Meski persaingan ketat, ia yakin bahwa para pemain telah dipersiapkan dengan baik, baik secara teknis maupun mental.
“Kami optimis, karena yang dibawa oleh anak-anak bukan hanya keterampilan di lapangan, tetapi juga semangat, disiplin dan jiwa sportivitas sebagaimana ditekankan oleh Bupati,” pungkasnya.
Pelepasan ini menjadi momen penting dalam sejarah pengembangan sepak bola di Kabupaten Kupang. Lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini adalah ruang edukasi karakter, wadah pembentukan mental juara dan panggung bagi anak-anak muda untuk membuktikan bahwa mereka siap mengharumkan nama daerah dengan cara yang bermartabat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
