OELAMASI, BB – Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, digemparkan oleh kasus pengeroyokan terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2024, pukul 03.00 WIB.

Tiga pelaku yang berinisial YK, AK, dan JB, yang diketahui bekerja sebagai buruh bangunan, diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap RS, korban yang masih berstatus pelajar.

Kejadian ini bermula dari keributan di sebuah acara pernikahan yang berlangsung di desa tersebut. Menurut pengakuan korban kepada media ini, pada Kamis, 27 Juni 2024, ia terlibat dalam keributan tanpa sengaja.

“Saya tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba ada keributan, jadi kawan ajak saya pulang. Begitu balik badan, langsung kena pukul pakai kursi dari pelaku yang berinisial YK dan kawan-kawannya,” ungkap RS.

Akibat serangan tersebut, RS mengalami luka serius akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan trauma fisik dan psikologis. Korban terjatuh setelah didorong oleh para pelaku, mengakibatkan luka pada kepala, dada, dan patah gigi.

Tidak terima dengan perlakuan sadis terhadap anaknya, ibu korban, Tince Marce Laning, langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang pada pagi hari tanggal 22 Juni 2024.

Laporan polisi tersebut tercatat dengan nomor LP/B/156/VI/2024/SPKT/POLRES KUPANG/POLDA NTT. Sebelumnya, korban telah menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Daerah Naibonat untuk memperkuat bukti laporan.

Ibu korban berharap pihak kepolisian segera memproses kasus ini dengan cepat dan adil. “Saya sebagai ibu tidak tega melihat anak saya yang saat ini mengalami trauma. Saya minta tolong kepada polisi untuk segera bertindak dan menindak pelaku yang sudah dilaporkan,” ujar Tince Marce Laning.

Hingga berita ini diturunkan, polisi sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap ketiga pelaku pengeroyokan yang kini dalam status buron. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi kepada pihak berwajib jika mengetahui keberadaan para pelaku.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Diharapkan pihak berwenang dapat segera menyelesaikan kasus ini dan memberikan keadilan kepada korban serta keluarganya.