Kupang, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap energi listrik.
Dalam sebuah pertemuan resmi di ruang kerja Bupati Kupang,Selasa 22 Juli 2025 di Oelamasi, Bupati Yosef Lede menerima jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Kupang untuk membahas strategi dan percepatan penyediaan infrastruktur kelistrikan di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan.
Delegasi dari PLN yang hadir antara lain Nikolas Denis Andrian, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang, Simi Eduard Lapabesi dari Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang dan Hanna Notopramono dari Unit Layanan Pelanggan Oesao.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan korporasi negara dalam menyukseskan agenda pembangunan inklusif berbasis energi berkeadilan.
Dalam perspektif pembangunan daerah, akses terhadap listrik tidak hanya dipahami sebagai aspek teknis, tetapi sebagai instrumen strategis untuk mendorong transformasi sosial-ekonomi masyarakat.
Bupati Kupang menegaskan bahwa pemerataan listrik merupakan elemen fundamental dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas akses pendidikan serta mendorong produktivitas rumah tangga dan sektor usaha kecil.
“Negara ini telah merdeka selama delapan dekade. Maka sudah seharusnya seluruh warga, termasuk yang berada di pelosok desa, juga merasakan kemerdekaan itu dalam bentuk nyata, seperti ketersediaan listrik,” ujar Bupati Yosef Lede dalam pernyataannya.
Ia menekankan bahwa kehadiran negara dalam aspek energi harus terwujud dalam bentuk layanan dasar yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk desa-desa terpencil seperti Desa Honuk dan Desa Faumes di Kecamatan Amfoang Barat Laut yang hingga saat ini masih mengalami ketiadaan akses listrik.
Dalam diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang juga mendorong PLN untuk mempercepat proses pemetaan wilayah-wilayah non-elektrifikasi serta merancang intervensi berbasis data dan kebutuhan lokal.
Pendekatan ini dinilai penting agar setiap kebijakan dan program dapat menyentuh akar persoalan serta menjamin efektivitas implementasi di lapangan.
Pemerintah daerah secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mendukung segala bentuk koordinasi teknis, administrasi maupun kebijakan lintas sektor dalam mendukung percepatan konektivitas listrik hingga ke tingkat dusun.
Salah satu poin strategis yang juga disorot dalam pertemuan ini adalah pentingnya perluasan skema subsidi listrik dan pemasangan instalasi gratis bagi masyarakat miskin dan rentan.
Menurut Bupati Kupang, pendekatan afirmatif semacam ini tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga secara moral dan sosiologis, sebagai bagian dari upaya menanggulangi kesenjangan struktural antarwilayah.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PLN agar program pemasangan listrik gratis dan subsidi benar-benar menyentuh warga kurang mampu. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dan tanggung jawab sosial kita bersama,” tegasnya.
Mewakili pihak PLN, Nikolas Denis Andrian menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung perluasan pelayanan kelistrikan.
Ia menegaskan bahwa PLN memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Kupang sebagai wilayah yang terang dan berdaya saing.
“Sinergi ini merupakan kunci utama untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dari akses energi. Kami akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor demi mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Nikolas.
PLN juga menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas infrastruktur kelistrikan, baik melalui penguatan jaringan, pembangunan gardu induk, maupun perluasan titik sambung di desa-desa prioritas.
Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan manajemen PLN tidak sekadar menjadi simbol komunikasi birokratis, melainkan refleksi dari visi bersama dalam membangun tatanan energi yang inklusif, adil dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, upaya memperluas akses listrik menjadi indikator nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Melalui sinergi strategis ini, Kabupaten Kupang menapaki jalan menuju transformasi yang lebih terang—secara harfiah maupun simbolik.
Terangnya desa-desa bukan hanya menandai kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi mercusuar keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat dan masa depan pembangunan yang setara.
