BB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Selasa 01/10
Sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat. Bendungan yang dibangun sejak 2017 ini memiliki luas genangan sebesar 298 hektare dengan kapasitas tampung 45 juta meter kubik air.
“Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, pada pagi hari ini saya resmikan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT,” ujar Jokowi dalam sambutannya, seperti dikutip dari video berdurasi 1 menit 2 detik yang beredar di media sosial.
Bendungan Temef dibangun dengan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun dan memiliki manfaat besar bagi sektor pertanian di NTT. Bendungan ini akan mengairi sekitar 4.500 hektare lahan pertanian, yang diharapkan bisa membantu petani menanam padi, jagung, ketela, dan komoditas lainnya.
Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Malaka.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa ketersediaan air di NTT sangat vital untuk menunjang pertanian dan kesejahteraan masyarakat setempat. “Air adalah kunci kemakmuran bagi warga NTT,” tegas Jokowi.
Dengan ketersediaan air yang cukup, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian dan mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.
Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini bendungan baru terisi air sekitar 20 persen, namun pada bulan Januari 2025 mendatang, bendungan diperkirakan akan terisi penuh hingga 100 persen.
Ia pun berharap masyarakat memanfaatkan Bendungan Temef secara maksimal untuk kesejahteraan mereka.
“Saya titip, manfaatkan betul Bendungan Temef ini untuk kesejahteraan rakyat kita di Timor Tengah Selatan dan masyarakat sekitarnya,” ujar Jokowi.
Bendungan Temef merupakan salah satu dari beberapa bendungan yang dibangun pemerintah dalam 10 tahun terakhir di NTT. Sebelumnya, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Rotiklot, Bendungan Raknamo, dan Bendungan Napun Gete.
Pembangunan infrastruktur vital ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan air dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah timur Indonesia.
Dengan diresmikannya Bendungan Temef, diharapkan masyarakat NTT, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dapat merasakan manfaat signifikan, baik dari sisi pertanian, ekonomi, maupun pengendalian banjir.
Keberadaan bendungan ini akan menjadi tonggak penting dalam mendukung masa depan NTT yang lebih makmur dan sejahtera.
