BB – Dalam upaya menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, secara resmi membuka Sekolah Lapang Iklim untuk Keadilan Iklim (Climate Field School for Climate Justice) di Desa Camplong 2, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang,Kamis 20/03/2025
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Yayasan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kegiatan ini sangat penting karena menciptakan sinergi antara pemerintah, BMKG, sektor swasta, dan masyarakat. Tanpa kolaborasi ini, belum tentu kita bisa saling mengenal dan bersama-sama mencari solusi terhadap tantangan iklim yang kita hadapi,” ujar Aurum Obe Titu Eki.
Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan pasca-pelatihan ini serta berupaya menjalin kerja sama lebih lanjut.
“Jika memungkinkan, kita akan bertemu lagi di bulan April untuk mengevaluasi hasil pelatihan ini dan melihat bagaimana penerapannya di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, Wakil Bupati Kupang menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.
“Saya secara pribadi, dan juga mewakili pemerintah daerah, sangat bersyukur atas inisiatif ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi petani dan masyarakat di NTT,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Provinsi NTT, Rahmatulloh Adji, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar ancaman di masa depan, melainkan sudah menjadi kenyataan yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, cuaca ekstrem, bencana hidrometeorologi, serta dampak siklon tropis yang hampir terjadi setiap tahun di NTT adalah bukti nyata bahwa iklim telah berubah secara signifikan.
Untuk menghadapi tantangan ini, program Sekolah Lapang Iklim hadir sebagai solusi dengan memberikan edukasi kepada petani dan masyarakat setempat mengenai cara membaca informasi cuaca dan iklim.
“Kami berharap peserta pelatihan ini dapat memahami dan menerapkan informasi cuaca yang diberikan BMKG, seperti prakiraan musim dan laporan harian. Informasi ini sangat penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi kondisi iklim yang terus berubah,” jelas Rahmatulloh Adji
Dengan adanya Sekolah Lapang Iklim, diharapkan masyarakat, terutama petani di NTT, dapat lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan mampu menerapkan strategi yang tepat untuk mengurangi dampak negatifnya.
Kolaborasi antara pemerintah, BMKG, dan sektor swasta menjadi bukti bahwa tindakan nyata menghadapi perubahan iklim bisa dimulai dari tingkat lokal.
Sebagai langkah ke depan, berbagai pihak akan terus berupaya mengembangkan program ini agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah yang terdampak perubahan iklim.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
