Kupang, BBC — Pemerintah Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, melaksanakan kegiatan vaksinasi massal terhadap 41 ekor ternak sapi milik masyarakat pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari intervensi strategis berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui sektor peternakan.

Vaksinasi ini bukan sekadar tindakan preventif terhadap penyakit hewan menular, melainkan bagian dari pendekatan pembangunan desa partisipatif dan responsif, yang disusun berdasarkan hasil musyawarah desa bersama tokoh adat, tokoh masyarakat dan kelompok peternak.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Kuimasi, Maksen Lifu program ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya ekonomi lokal yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Menurut Maksen Lifu, “Ternak merupakan instrumen utama dalam struktur ekonomi rumah tangga di wilayah pedesaan. Ia bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pembiayaan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur keluarga.” Dengan demikian, kesehatan ternak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat desa.

Program ini mendapat dukungan teknis dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, sebagai bagian dari sinkronisasi antara kebijakan desa dan program sektoral kabupaten.

Selain vaksinasi sapi, Pemerintah Desa Kuimasi juga sedang menyiapkan jadwal vaksinasi lanjutan untuk ternak babi, yang secara kultural dan ekonomis memiliki nilai penting dalam masyarakat di bagian Timur

Dalam konteks teori pembangunan lokal, kegiatan ini menunjukkan penerapan pendekatan bottom-up yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan, sementara pemerintah desa berperan sebagai fasilitator dan pelindung kepentingan publik.

Lebih jauh, program ini mencerminkan praktik kepemimpinan desa yang visioner, humanistik dan kontekstual.

Maksen Lifu tidak hanya mengelola desa secara administratif, tetapi juga secara substantif hadir dalam kebutuhan dasar warganya. Pemerintah desa tidak diposisikan sebagai institusi birokratis semata, melainkan sebagai entitas yang bertanggung jawab secara sosial dan moral terhadap keberlangsungan hidup masyarakat.

Secara teori, kegiatan vaksinasi ternak ini dapat dikaji sebagai bagian dari model pembangunan desa berbasis sumber daya lokal, di mana ekonomi rakyat ditopang oleh ekosistem agraria yang sehat dan terlindungi.

Upaya ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-1 (tanpa kemiskinan), ke-2 (tanpa kelaparan), dan ke-3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan).

Melalui kegiatan sederhana namun signifikan ini, Desa Kuimasi menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dimulai dari intervensi yang terukur dan terarah, dengan dampak langsung terhadap produktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Vaksinasi ternak bukan hanya tindakan medis, tetapi juga simbol perlindungan terhadap fondasi ekonomi pedesaan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.