KUPANG,BBC – Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, menggelar klarifikasi publik terkait polemik delapan ekor sapi yang dibelanjakan tidak sesuai spesifikasi. Acara klarifikasi berlangsung di aula Kantor Desa Ekateta, Kamis (14/8/2025).

Perwakilan masyarakat Ekateta, Oktovianus Kabnani, menyampaikan kepada media bahwa proses klarifikasi telah dilakukan secara terbuka. Dalam pertemuan tersebut, Ketua TPK Ketahanan Pangan mengakui adanya kekeliruan dalam proses pembelian hewan ternak tersebut.

“Saat ini sudah kami klarifikasi, dan Ketua Ketahanan Pangan mengakui kekeliruannya. Delapan ekor sapi yang menjadi polemik akan menjadi tanggung jawab penuh Ketua TPK,” ungkap Oktovianus.

Ketua TPK Ketahanan Pangan, yang turut hadir dalam forum klarifikasi, juga menandatangani berita acara yang memuat komitmen untuk mengganti delapan ekor sapi tersebut sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Ia berjanji proses penggantian akan dilakukan dalam waktu dekat agar program ketahanan pangan desa dapat berjalan optimal.

Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat meredam keresahan warga dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program ketahanan pangan di Desa Ekateta.

Pemerintah desa bersama TPK berkomitmen untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas belanja program agar sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.