BB — Momentum Pawai Paskah Pemuda Kabupaten Kupang yang digelar pada 22 April 2025 menjadi sorotan publik. Tidak hanya sebagai perayaan iman yang penuh khidmat, tetapi juga sebagai katalisator pergerakan ekonomi rakyat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di bawah kepemimpinan Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati, Aurum Obe Titu Eki Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen nyata dalam mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan penguatan ekonomi lokal.

Sedikitnya 60 pelaku UMKM dilibatkan dalam kegiatan ini, menghadirkan berbagai produk kuliner khas Kabupaten Kupang seperti nasi ayam, gorengan, serta jajanan tradisional yang berhasil menarik perhatian peserta pawai maupun masyarakat umum.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi kepemimpinan Yosef–Aurum yang menekankan pada pembangunan berbasis kerakyatan. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, namun juga pemberdayaan sosial dan ekonomi komunitas melalui pendekatan partisipatif.

“Pemerintah Kabupaten Kupang telah memberikan ruang yang sangat positif bagi kami pelaku UMKM untuk bertumbuh. Melalui momen Pawai Paskah, usaha kami mengalami peningkatan penjualan yang signifikan,” ujar Hilla, pelaku UMKM dari Fatuleu.

Hal senada diungkapkan oleh Evi, pelaku usaha kuliner asal Camplong, yang menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat ganda: peningkatan penghasilan dan penguatan spiritualitas generasi muda.

Salah satu hal yang diapresiasi oleh para pelaku UMKM adalah keterbukaan pemerintah dalam memberikan akses tanpa diskriminasi, bahkan kepada pedagang asal Kota Kupang.

“Luar biasa, Pemerintah Kabupaten Kupang tidak pilih kasih. Kami merasa dilibatkan secara penuh,” tutur Indra, penjual jajanan harum manis, yang mengaku seluruh dagangannya habis terjual sebelum malam hari.

Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk inovasi sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, budaya, dan ekonomi dalam satu panggung publik. Perayaan iman tidak lagi berdiri sendiri, namun menjadi medium pemberdayaan dan penguatan kohesi sosial.

Bupati Yosef Lede dalam pernyataannya menyebutkan bahwa model pembangunan ini akan terus dikembangkan ke dalam berbagai agenda pemerintahan lainnya, guna memastikan masyarakat kecil menjadi subjek utama dalam pembangunan daerah.

Sebagian besar pelaku UMKM berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan, tetapi dikembangkan menjadi program reguler yang dapat menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.

Dengan semangat kebersamaan, keberpihakan pada rakyat kecil, dan integrasi nilai spiritual serta ekonomi, duet Yosef–Aurum telah memberikan bukti bahwa kepemimpinan progresif dan inklusif mampu menghadirkan perubahan nyata bagi Kabupaten Kupang.