BB – Cristian Laos, seorang petani asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih merasakan duka yang mendalam akibat bencana Siklon Tropis Seroja yang menghantam wilayahnya pada tahun 2021 lalu.
Rumahnya mengalami kerusakan parah, dengan atap dan beberapa tiang yang roboh diterjang badai. Namun, hingga kini, Cristian belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.
Pada Selasa (05/11), Cristian berbagi kisah pilunya kepada awak media. Ia menceritakan bagaimana saat itu, ketua RT setempat datang untuk mendokumentasikan kerusakan rumahnya dan mengirimkan laporan ke lurah.
Namun, jawaban yang diterima sangat mengecewakan. Menurut lurah, kerusakan rumah Cristian dianggap “tidak parah” sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.
“Aneh saja, kenapa rumah saya yang rusaknya lebih banyak, malah tidak dapat bantuan, sedangkan rumah lain yang hanya rusak sedikit, bisa dapat bantuan. Itu yang buat saya merasa tidak adil,”ungkap Cristian dengan nada kesal.
Hingga kini, rumah Cristian yang rusak belum kunjung diperbaiki, memaksanya untuk tinggal bersama anaknya dalam kondisi yang serba terbatas.
Ia berharap, dengan adanya lima calon bupati dan wakil bupati Kupang yang saat ini bersaing, akan ada visi dan misi yang memperhatikan kebutuhan rumah layak huni bagi warga kurang mampu seperti dirinya.
“Saya berharap ada kebijakan dari pemimpin baru nanti yang peduli dengan kebutuhan warga miskin untuk rumah layak huni. Semoga saya bisa mendapat bantuan agar rumah saya bisa diperbaiki,”kata Cristian penuh harap.
Bencana Siklon Seroja pada tahun 2021 memang meninggalkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Kupang.
Ribuan rumah rusak, dan banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini membuat banyak warga yang menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah agar dapat hidup dengan lebih layak.
Pemilihan kepala daerah yang akan datang di Kabupaten Kupang menjadi momentum penting bagi Cristian Laos dan warga lainnya yang bernasib serupa untuk berharap adanya perubahan kebijakan.
Dukungan bagi korban bencana yang rumahnya rusak masih sangat dibutuhkan agar mereka bisa kembali hidup dengan aman dan nyaman.
Melalui kisahnya, Cristian Laos berharap bahwa calon pemimpin yang terpilih nanti akan memberi perhatian lebih pada kebutuhan rumah layak huni bagi korban bencana.
Baginya, ini bukan hanya sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud nyata dari kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya yang terdampak bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
