Kupang, BBC – Upaya pemberdayaan ekonomi lokal kembali mendapatkan sorotan positif melalui keikutsertaan UMKM Perempuan GMIT Ebenhaeser Pukdale dalam pameran produk di Civic Center Oelamasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kabupaten Kupang, sekaligus wujud konkret pemanfaatan potensi lokal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Enni S. Djawa-Rofael, salah satu penggerak UMKM perempuan GMIT Ebenhaeser Pukdale, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan berbagai produk unggulan yang merepresentasikan kekayaan sumber daya lokal dan kearifan tradisional. Produk-produk tersebut meliputi bawang goreng, jamu kunyit asam, keripik pisang,kacang hijau, beras merah, hingga beras jenis Mamramo yang terkenal berasal dari sawah-sawah produktif di Pukdale.

“Kami ingin memperkenalkan kualitas dan keberagaman produk lokal Pukdale, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi perempuan di desa,” ungkap Enni kepada media ini, Selasa (12/8/2025).

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi dan terjangkau, mulai dari Rp5.000 untuk produk rujak hingga Rp850.000 untuk paket beras Mamramo berkualitas tinggi. Strategi harga ini diharapkan dapat menjangkau berbagai segmen konsumen sekaligus memperluas pasar produk UMKM.

Selain sebagai ajang promosi, partisipasi UMKM Pukdale di Civic Center Oelamasi mencerminkan konsep ekonomi inklusif yang mengintegrasikan nilai-nilai kultural, potensi agraris dan inovasi produk olahan.

Model pemberdayaan ini sejalan dengan prinsip sustainable development goals (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pukdale, yang telah lama dikenal sebagai sentra pertanian di Kabupaten Kupang, kini mulai memperluas kiprahnya ke sektor ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Keterlibatan aktif perempuan dalam proses produksi hingga pemasaran menjadi indikator bahwa desa ini memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun kemandirian ekonomi.

Dengan momentum HUT RI ke-80, UMKM Perempuan GMIT Ebenhaeser Pukdale berharap agar dukungan dari pemerintah daerah, gereja dan masyarakat terus mengalir.

Sinergi berbagai pihak diyakini akan memperkuat daya saing produk lokal, membuka lapangan kerja baru dan menjaga keberlanjutan potensi desa.