KUPANG,BBC — Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) perdana tingkat Kabupaten Kupang secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang Yosef Lede, Selasa (12/8/2025) sore, di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Kupang.

Perhelatan ini menandai babak baru dalam sejarah perkembangan seni musik rohani di daerah tersebut, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan keagamaan dan mempererat persaudaraan lintas denominasi.

Pesparawi tidak sekadar lomba seni vokal, melainkan sarana pembinaan iman, penguatan nilai kebersamaan dan pelestarian budaya rohani.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa kehadiran peserta, juri dan seluruh pendukung acara merupakan wujud nyata pelayanan dan cinta terhadap musik rohani.

“Mari kita jalani seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sukacita, sportivitas dan saling menghargai. Menang atau kalah hanyalah bagian dari proses pembelajaran, yang terpenting adalah memuliakan Tuhan melalui talenta yang diberikan,” ujar Yosef Lede.

Bupati juga menekankan bahwa Pesparawi menjadi ruang strategis untuk saling belajar, berbagi pengalaman, membangun jejaring antarjemaat, serta memperkokoh toleransi sosial. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kupang yang menempatkan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

Ketua Harian LPPD Provinsi NTT, Yorhanz Lopis, mengapresiasi penyelenggaraan Pesparawi perdana di Kabupaten Kupang. Menurutnya, prestasi paduan suara asal Kabupaten Kupang di tingkat regional dan nasional selama ini telah membuktikan kualitas sumber daya manusia di bidang musik rohani.

Ia juga menyinggung latar belakang Bupati Yosef Lede yang memiliki rekam jejak dalam dunia paduan suara, termasuk keterlibatannya di Pesparawi Nasional 2018 di Pontianak.

Ketua Panitia, Andre Seran, menyampaikan bahwa lomba dibagi menjadi dua kategori. Kategori A terbuka untuk peserta dari gereja Kristen, Katolik, instansi dan organisasi se-Daratan Timor, dengan 18 kontingen yang memiliki pengalaman di ajang nasional maupun internasional. Kategori B khusus untuk gereja-gereja Kristen di Kabupaten Kupang dengan 23 kontingen peserta.

Total hadiah mencapai Rp 131 juta, termasuk piala bergilir Bupati Kupang, uang pembinaan peringkat 1–10, serta penghargaan Dirigen terbaik pada masing-masing kategori. Perlombaan berlangsung selama tiga hari, dari 12 hingga 14 Agustus 2025.

Pesparawi perdana ini bukan hanya mengukir sejarah, tetapi juga membuka peluang lahirnya generasi baru pemusik rohani yang berkualitas. Kegiatan ini berfungsi sebagai laboratorium seni yang memadukan teknik vokal, penghayatan iman dan keterampilan kolaboratif. Lebih dari itu, Pesparawi menjadi instrumen diplomasi budaya yang dapat meningkatkan citra Kabupaten Kupang di kancah regional dan nasional.

Penyelenggaraan Pesparawi perdana di Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa seni musik rohani mampu menjadi perekat sosial yang efektif. Melalui harmoni suara, terjalinlah harmoni hati; melalui kompetisi yang sehat, tumbuhlah sikap saling menghargai.

Pesparawi adalah panggung di mana suara menjadi doa, melodi menjadi jembatan persaudaraan dan setiap nada menjadi pesan persatuan. Di tengah tantangan zaman, kegiatan ini memberi teladan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan moral dan spiritual masyarakat.

Dengan demikian, Pesparawi perdana ini layak disebut sebagai tonggak sejarah kebangkitan musik rohani di Kabupaten Kupang—sebuah awal yang harus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan bagi generasi mendatang.