Kupang, BBC – Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar bureaucratic executor, melainkan the backbone of governance, pilar yang menyangga jalannya administrasi publik.
Kesadaran mendalam tentang peran strategis ini ditunjukkan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede bersama Wakil Bupati, Aurum Titu Eki melalui sebuah new tradition: menyerahkan secara langsung Retirement Decree (SK Pensiun) dan menghadirkan reward system yang berbasis kinerja, disiplin dan integritas.
Dalam apel kekuatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Kupang, Yosef Lede menyampaikan bahwa penghormatan kepada ASN yang memasuki masa pensiun tidak boleh dipandang sekadar ritual seremonial.
Bagi Yosef prosesi ini adalah symbolic recognition, penghargaan dan moral atas pengabdian panjang yang telah ditorehkan.
“Selama kepemimpinan saya bersama Ibu Wakil Bupati Aurum, setiap SK pensiun akan kami serahkan secara langsung. Jangan biarkan pegawai yang puluhan tahun mengabdi hanya menerima dokumen secara administratif di BKPSDM. Mereka layak menerima prosesi resmi sebagai wujud respect dan ucapan terima kasih pemerintah daerah,” tutur Yosef dengan nada penuh appreciation.
Tidak hanya berbicara tentang purna bakti, Yosef juga menekankan pentingnya culture of appreciation dalam tubuh birokrasi. Baginya, penghargaan bukan sekadar hadiah material, melainkan management tool untuk membangun work ethics, integrity dan sense of belonging.
“ASN yang menunjukkan high performance, disiplin, dan loyalitas wajib mendapat apresiasi. Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen menjadikan appreciation sebagai tradisi. Setiap tahun akan diberikan penghargaan, bahkan evaluasi dilakukan setiap enam bulan. Tahun ini, kami siapkan 20 unit smartphone untuk mereka yang benar-benar layak menerima,” jelas Yosef penuh keyakinan.
Dalam momentum yang sama, pemerintah daerah menyerahkan tiga unit motorcycle dan lima unit laptop kepada ASN terpilih.
Menurut Yosef, pemberian ini bukan sekadar facility, tetapi bagian dari membangun organizational culture yang menempatkan motivasi dan apresiasi sebagai fondasi penggerak birokrasi.
Wakil Bupati Aurum Titu Eki menambahkan bahwa reward mechanism ini dilakukan melalui proses penilaian yang objektif dan transparan. Apresiasi bukan hanya individual recognition, melainkan energi kolektif yang menumbuhkan atmosfer birokrasi yang sehat, profesional dan adaptif.
“Pemberian penghargaan ini adalah motivasi agar setiap ASN tetap bekerja dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Their dedication is our driving force. Pengabdian mereka adalah energi yang membuat Kabupaten Kupang terus bergerak maju,” ungkap Aurum dengan nada reflektif.
Tradisi menyerahkan SK pensiun secara langsung dan menghadirkan apresiasi berbasis kinerja ini, oleh para ASN, disebut sebagai new chapter dalam sejarah Kabupaten Kupang.
Beberapa penerima mengaku haru dan bangga, karena pengabdian mereka diakui secara terbuka oleh pimpinan daerah—sebuah momentum yang menandai lahirnya budaya birokrasi yang lebih humanis.
Dengan langkah ini, Yosef Lede dan Aurum Titu Eki menegaskan bahwa membangun ASN berintegritas tidak hanya melalui regulasi kaku, melainkan melalui recognition, appreciation and leadership by example.
Sebuah pemerintahan yang accountable dan competitive hanya dapat lahir dari aparatur yang dihargai, dimotivasi dan diberi ruang untuk tumbuh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
