KUPANG, BBC — Di tengah pergantian musim yang kian mendekat, pembangunan jalan desa menjadi bagian penting dari perjuangan masyarakat untuk membuka akses, memperlancar mobilitas dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Di Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, pekerjaan jalan sepanjang 587 meter yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 terus dikerjakan, dengan progres penyelesaian mencapai 240 meter.
Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib, menjelaskan bahwa masyarakat telah menyelesaikan pekerjaan jalan sepanjang 240 meter dari total target 587 meter.
Sementara itu, pekerjaan pada bagian yang tersisa terus dilanjutkan setiap hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan waktu yang semakin terbatas menjelang musim hujan.
“Warga sudah dapat mengerjakan 240 meter dari total 587 meter. Warga juga setiap hari kerja terus, mengingat saat ini sudah hampir musim hujan. Sehingga sisa ini kami terus berusaha sebelum hujan tiba semua sudah rampung,” jelas Zet Koib kepada wartawan.
Pembangunan jalan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Jalan bukan sekadar bentangan tanah yang dikerjakan secara fisik, melainkan jalur penghubung aktivitas warga, akses terhadap pelayanan, serta bagian dari fondasi pembangunan desa.
Dari total panjang jalan 587 meter, sebanyak 240 meter telah diselesaikan. Dengan demikian, masih terdapat 347 meter yang menjadi pekerjaan lanjutan dan diupayakan agar dapat dirampungkan sebelum musim hujan tiba.
Tantangan waktu menjadi perhatian tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan tersebut. Ketika curah hujan mulai meningkat, pekerjaan infrastruktur jalan berpotensi menghadapi hambatan teknis yang dapat memengaruhi kelancaran pengerjaan. Karena itu, kesinambungan kerja masyarakat menjadi penting untuk mendorong penyelesaian sesuai target.
Upaya yang dilakukan warga Desa Nonbaun memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan lebih dari sekadar alokasi anggaran. Dibutuhkan pula partisipasi masyarakat, konsistensi pelaksanaan, serta kemampuan mengelola waktu agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal.
Pada akhirnya, nilai pembangunan jalan tidak hanya terletak pada panjang ruas yang berhasil dikerjakan, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah pekerjaan selesai.
Sebab, bagi desa yang terus bertumbuh, jalan adalah penghubung antara kebutuhan hari ini dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
