BB — Dalam rangka memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat desa, Yayasan CIS Timor berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas Kelompok Kerja (Pokja) Kewaspadaan Dini selama tiga hari, sejak 1 hingga 3 Juli 2025.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait, S.H., yang mewakili Kepala Desa. Dalam sambutannya di aula kantor desa, Jemi Bait menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen CIS Timor yang telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
“Kami dari pemerintah desa tentu menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang turut memperkuat keberlangsungan pembangunan. Selagi masih ada yang datang untuk membangun, mari kita hadir bersama untuk membangun. Kalau datang untuk melakukan hal yang baik, maka marilah kita berjalan bersama,” ujar Jemi Bait pada Selasa, 1 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk dan memperkuat kelompok kerja kewaspadaan dini yang berperan dalam mendeteksi potensi ancaman sosial dan bencana di desa.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan materi dan simulasi praktis yang relevan dengan konteks lokal, termasuk identifikasi risiko, mitigasi konflik, dan tata kelola komunikasi darurat.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini menjadi sarana penting dalam menumbuhkan kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Ke depan, Pokja yang telah dibentuk diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan sumber informasi awal dalam mendeteksi dan merespons dinamika yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial masyarakat.
Jemi Bait menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif. Ia menilai kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan organisasi masyarakat sipil seperti CIS Timor, merupakan strategi penting dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di desa.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi langkah awal menuju kerja-kerja kolaboratif yang berkesinambungan. Warga kami perlu terus diberdayakan agar siap secara mental dan sosial dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Hasil dari kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Desa Tolnaku sebagai desa siaga, di mana masyarakat memiliki kapasitas untuk merespons secara cepat, tepat, dan terorganisir terhadap setiap bentuk ancaman.
Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok kerja yang telah dibentuk, serta mengintegrasikan hasil pelatihan ini ke dalam perencanaan pembangunan desa yang lebih inklusif dan responsif.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat dari pemerintah desa dan mitra pembangunan seperti CIS Timor, Desa Tolnaku bergerak maju menuju masa depan yang lebih aman, tangguh dan berdaya.
