Kupang,BBC – Dalam bentangan sejarah Kabupaten Kupang, hadir sosok muda yang membawa cahaya baru: Aurum Obe Titu Eki, perempuan pertama yang menduduki kursi Wakil Bupati Kupang.
Namanya ibarat embun pagi di padang sabana, menyejukkan, namun juga memberi tanda tentang datangnya hari yang penuh harapan.
Lulusan Magister Arsitektur Universitas Trisakti ini tidak sekadar menimba ilmu di ruang kuliah. Ia mengendapkan setiap teori, mengolah setiap gagasan, lalu menjadikannya bekal dalam menata ruang kehidupan masyarakat.
Arsitektur baginya bukan hanya bangunan, tetapi juga tatanan nilai, budaya dan harapan sebuah daerah.
Keputusan Aurum meninggalkan peluang menjadi CPNS demi jalur politik adalah langkah berani, seakan ia berkata: “Pelayanan sejati bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.” Dari ruang partai hingga panggung Pilkada 2024, Aurum menapaki jalan terjal dengan ketekunan, hingga akhirnya dipercaya rakyat mendampingi Yosef Lede dalam kepemimpinan daerah.
Kemenangan mereka bukan hanya angka di kotak suara, melainkan amanat rakyat yang haus akan perubahan. Kepiawaian Aurum dalam berkomunikasi, keteguhan dalam menyusun strategi pembangunan, serta kepekaan membaca denyut nadi masyarakat, menjadikannya sosok yang mengakar pada tanah sekaligus menjulang menatap langit.
Kini, ketika angin pembangunan berhembus kencang, kehadirannya di kursi kepemimpinan diharapkan menjadi penanda zaman baru bagi Kabupaten Kupang.
Zaman di mana perempuan tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi penggagas visi; zaman di mana ilmu pengetahuan berpadu dengan kebijakan publik, menghasilkan arah pembangunan yang lebih adil dan merata.
Dalam setiap langkahnya, Aurum mengingatkan kita bahwa kepemimpinan sejati adalah seni menyatukan logika dan nurani. Ia hadir sebagai simbol generasi muda yang berani, cerdas dan penuh inspirasi—sebuah narasi baru dalam sejarah panjang Kabupaten Kupang.
