BB – Pemerintah Kabupaten Kupang resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, Selasa (6/5/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kupang,Yosef Lede di Lobi lantai 2 Kantor Bupati Kupang.
Musrenbang kali ini bukan sekadar seremonial tahunan. Dengan visi besar “Menuju Kabupaten Kupang Emas”, forum tersebut diarahkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, strategi, dan langkah nyata seluruh pemangku kepentingan. Fokusnya: membangun fondasi pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa penyusunan RPJMD merupakan tonggak penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Kupang lima tahun ke depan.
Ia memperkenalkan delapan asa pembangunan sebagai kerangka utama, mulai dari pendidikan unggul, layanan kesehatan berkualitas, hingga hilirisasi potensi lokal dan swasembada pangan-air.
“RPJMD ini bukan dokumen di atas kertas. Ini peta jalan menuju Kupang yang maju, masyarakatnya sejahtera, dan pemerintahannya akuntabel,” tegas Yos Lede.
Tak hanya itu, ia menginstruksikan tim penyusun RPJMD dan RKPD untuk menjaga integritas proses penyusunan, memastikan keterlibatan DPRD, dan menuntaskan harmonisasi peraturan dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT agar dokumen pembangunan daerah bisa segera dibahas dalam paripurna.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, dalam pernyataannya menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang. Menurutnya, kebijakan pembangunan yang ideal hanya bisa lahir dari sinergi nyata antara pemerintah, legislatif, dan warga.
Musrenbang yang juga dihadiri Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, LSM dan perwakilan masyarakat ini menjadi ruang terbuka bagi semua suara. Materi kebijakan disampaikan oleh Bapperida Provinsi NTT secara daring, dilanjutkan diskusi kelompok untuk menyerap lebih banyak aspirasi lapangan.
Dengan tema besar “Kabupaten Kupang Emas”, Pemerintah Daerah tampak menyiapkan lebih dari sekadar program pembangunan. Mereka tengah merancang arah baru yang menjanjikan transformasi sistemik—dari perencanaan partisipatif hingga pelaksanaan yang terukur.
