BB – Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, yang diwakili oleh Asisten III Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay, secara resmi membuka Rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) Sedunia Tahun 2024 di Aula Kantor Bupati Kupang, Jumat (6/12).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyoroti dan melawan diskriminasi serta kekerasan berbasis gender.

Dalam sambutannya, Novita Foenay menyoroti realitas budaya patriarki yang masih kuat di tengah masyarakat. “Ideologi patriarki ini menempatkan perempuan sebagai kelas dua dalam berbagai aspek kehidupan, menutup partisipasi mereka di ruang publik, dan menyebabkan diskriminasi yang mendalam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini akan terus berlangsung jika tidak ada upaya bersama untuk mengubahnya.

Kampanye 16 HAKTP ini dimaknai sebagai langkah berani untuk merefleksikan situasi kekerasan terhadap perempuan sekaligus mendorong upaya konkret dalam penghapusan kekerasan di tingkat lokal maupun global.

Novita juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi, pengambilan keputusan, dan target keterwakilan 30% perempuan di legislatif.

Dukungan Lintas Sektor untuk Kesetaraan Gender.Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Oelamasi, Ikrarniekha Elamyawati Fau, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Muhammad Ilham. Keduanya menyampaikan orasi yang menggarisbawahi pentingnya persamaan hak antara perempuan dan laki-laki serta perlunya langkah tegas dalam memberantas kekerasan berbasis gender.

Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Kupang sekaligus pejuang hak perempuan, Deasy Balo-Foeh, Direktur Yayasan Ume Daya Nusantara, Damaris Tnunay, beberapa pimpinan OPD, serta perwakilan dari LSM yang mendukung kampanye ini.

Kabupaten Kupang melalui Kampanye 16 HAKTP menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi garda depan dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus memperjuangkan keadilan gender.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Kupang optimis dapat mewujudkan perubahan nyata dalam memberantas kekerasan terhadap perempuan, sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi lebih besar di masyarakat.