BB – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja dua hari di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan penekanan khusus pada sektor pendidikan dan pertanian—dua sektor strategis yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Didampingi Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, Wapres Gibran memulai agendanya di SD Inpres Kaniti, Kecamatan Kupang Tengah.
Di sekolah dasar tersebut, Gibran tidak hanya meninjau proses belajar mengajar secara langsung, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya membangun generasi unggul sejak dini.
“Anak-anak ini adalah masa depan Indonesia. Investasi terbesar kita ada di pendidikan. Jadilah pelajar yang rajin, kritis, dan cinta tanah air,” ujar Wapres Gibran di hadapan para siswa dan guru.
Sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah pusat, Gibran menyerahkan bantuan berupa buku tulis, tas sekolah, sepatu, serta perangkat Chromebook. Selain itu, sekolah juga mendapatkan program pelatihan digital “AI Ignition” dan persiapan pelatihan TOEFL—sebuah langkah penting dalam menjawab tantangan literasi digital dan bahasa di era global.
Setelah pendidikan, sektor pertanian menjadi fokus kunjungan selanjutnya. Di kawasan persawahan Tulun, Desa Baumata Utara, Gibran menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air.
Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gibran mendengarkan aspirasi petani yang berharap pada efisiensi irigasi dan jaminan ketersediaan air.
“Pertanian bukan hanya soal pangan, tapi tentang kedaulatan. Kita harus bangun sistem yang mendukung petani sebagai ujung tombak,” tegas Gibran.
Puncak agenda kunjungan diwarnai dengan peninjauan progres pembangunan Bendungan Tefmo/Manikin di Kecamatan Taebenu. Dengan kapasitas tampung mencapai 28,20 juta meter kubik, bendungan ini dirancang bukan hanya untuk kebutuhan irigasi seluas 652 hektare, tetapi juga mendukung pemenuhan air domestik dan potensi energi listrik.
“Bendungan Manikin adalah proyek jangka panjang yang menyimpan harapan besar bagi masa depan NTT. Bukan sekadar infrastruktur, tapi pilar swasembada air dan energi,” tutur Wapres Gibran.
Dengan progres pembangunan fisik yang telah mencapai 62,65%, Gibran menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat dalam memastikan proyek strategis ini berjalan tepat waktu.
Kunjungan Wapres Gibran ke Kabupaten Kupang mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan, mendengar dari akar rumput, dan menjawab dengan kebijakan nyata.
Ini adalah bentuk loyalitas negara kepada rakyat, terutama di daerah-daerah yang selama ini menantikan perhatian dan keberpihakan.
Dengan pendekatan seperti ini, NTT bukan lagi wilayah tertinggal, tetapi wilayah yang sedang bangkit dengan semangat baru.
Dan di tengah geliat pembangunan itu, Wapres Gibran hadir bukan sekadar simbol negara, tetapi sebagai motor perubahan yang berani gaspol.
