Kupang, BBC – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, ribuan anak di Kupang dan sekitarnya mendapatkan vitamin, makanan bergizi, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini digagas oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama organisasi sayapnya, Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI), Minggu (7/9/2025).
Dengan mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini menjadi bukti nyata kepedulian INTI dan PINTI terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Panitia, Christofel Liyanto, yang juga Bendahara INTI NTT, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung suksesnya kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa INTI Pusat telah banyak menyalurkan bantuan sosial ke NTT sejak lama, mulai dari bencana badai Seroja hingga berbagai program kemanusiaan lainnya.
“Hari ini, giliran anak-anak yang mendapat perhatian. Ada 1.000 anak yang kami berikan vitamin, susu, telur, roti, biskuit, serta makan siang bergizi. Selain itu, ada juga pemeriksaan kesehatan gratis. Ini semua demi mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Christofel.
Acara ini mendapat perhatian besar dari pemerintah dan organisasi pusat. Hadir Sekda Kota Kupang, Ignasius Replika Lega, mewakili Wali Kota Kupang Christian Widodo. Dari pemerintah pusat, hadir Dr. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu, M.M., Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang mewakili Menteri.
Turut hadir Ketua Umum INTI Pusat, Dedi Sugianto, serta dr. Meta Agustina, MARS., Ketua PINTI Pusat, yang menegaskan pentingnya gizi dan kesehatan anak sebagai pondasi generasi bangsa.
“Anak-anak kita harus sehat dan kuat. Melalui kegiatan ini, INTI dan PINTI ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan gizi seimbang. Generasi sehat adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Christofel
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Anak-anak tampak ceria saat menerima paket makanan dan vitamin, sementara orang tua merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis.
Maria, salah seorang ibu dari Kecamatan Oebobo, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Kami sangat bersyukur. Anak-anak dapat makanan sehat, susu, dan juga diperiksa kesehatannya tanpa biaya. Ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Momentum bakti sosial ini juga bertepatan dengan pembentukan PINTI NTT yang baru diresmikan sehari sebelumnya. Kehadiran PINTI di NTT diharapkan mampu memperkuat gerakan sosial perempuan INTI dalam berbagai bidang, terutama kesehatan dan kesejahteraan anak.
Ketua Panitia, Christofel menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menjalankan program PINTI Pusat dengan berbagai program sosial. “INTI dan PINTI NTT akan terus hadir, karena anak-anak adalah masa depan bangsa,” katanya.
Sekda Kota Kupang, Ignasius Replika Lega, menyampaikan apresiasi atas kepedulian INTI dan PINTI. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Bakti sosial ini bukan hanya sekadar pembagian makanan atau vitamin, melainkan investasi sosial. Generasi sehat akan membawa masa depan bangsa yang lebih baik. Kami berterima kasih kepada INTI dan PINTI,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu. Ia menegaskan bahwa keterlibatan organisasi masyarakat sangat penting dalam mendukung program pemerintah. “Pemenuhan hak anak adalah tugas bersama. Apa yang dilakukan INTI dan PINTI hari ini sangat sejalan dengan kebijakan nasional,” ujarnya.
Acara ini tidak hanya menjadi perayaan Hari Anak Nasional, tetapi juga momentum penguatan komitmen bersama membangun generasi sehat, kuat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Christofel Liyanto menutup acara dengan pesan penuh optimisme. “Kami percaya, anak-anak sehat dan bergizi baik akan menjadi motor penggerak bangsa. Semoga kegiatan ini berkesinambungan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian paket gizi dan pemeriksaan kesehatan massal. Senyum ceria anak-anak menjadi penanda bahwa harapan menuju Indonesia Emas 2045 bisa dimulai dari langkah sederhana: peduli terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
