BB — Pemerintah Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Melalui alokasi sebesar 20% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Camplong II fokus pada pengembangan peternakan sapi terpadu berbasis sumber daya lokal.

Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, saat diwawancarai media di Oelamasi pada Rabu siang (25/6), menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tahun ini difokuskan pada penggemukan ternak sapi.

Menurutnya, Camplong II telah memiliki fasilitas rens sapi lengkap dengan tanaman hijauan unggul seperti taramba lamtoro, rumput raja mini, dan king grass, yang sangat mendukung proses penggemukan sapi secara alami dan berkelanjutan.

“Dari total 20% Dana Desa, kami alokasikan untuk membeli 30 ekor sapi. Ini akan kami kelola melalui kelompok peternak desa dan sistem pendukung yang sudah terbentuk,” ujar Melianus.

Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan hewani, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.

Sebanyak 60% dana ketahanan pangan dialokasikan untuk kelompok penggemukan, sedangkan 40% digunakan oleh pihak desa untuk mendukung infrastruktur dan manajemen program.

Untuk mendukung kelancaran program, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Camplong II telah terbentuk dan saat ini tengah memproses pembukaan rekening khusus di Bank NTT, sebagai syarat administrasi untuk penyaluran dana.

Melianus Faot menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan makanan, tetapi juga soal keberlanjutan ekonomi dan sosial di desa.

Ia berharap, dengan terbukanya lapangan pekerjaan dari sektor peternakan, anak-anak muda tidak perlu lagi mencari pekerjaan ke luar negeri atau ke kota.

“Kami ingin anak-anak muda tetap tinggal di desa, bekerja di desa, dan sejahtera di desa. Tidak perlu lagi jadi TKI, karena potensi besar ada di sini,” katanya optimis.

Langkah strategis Desa Camplong II ini selaras dengan kebijakan nasional dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan tangguh terhadap krisis pangan global.

Melalui pendekatan yang berbasis potensi lokal, Camplong II dinilai mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.