BB – Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya membangun infrastruktur yang berpihak pada rakyat.

Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Sulamu pada Rabu (27/5/2025), Bupati Kupang, Yosef Lede menyampaikan rencana strategis pembangunan dermaga baru sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.

Dengan didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Direktur Bank NTT Cabang Oelamasi, dan Camat Sulamu

Bupati Lede menegaskan bahwa pembangunan dermaga bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi masa depan ekonomi maritim Kabupaten Kupang.

“Dermaga ini bukan hanya untuk Sulamu. Ini investasi strategis bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan konektivitas wilayah ke Pulau Kera dan Kota Kupang,” ujarnya di sela kunjungan.

Kondisi dermaga lama yang sudah tidak lagi memadai membuat Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah cepat untuk membangun dermaga baru yang lebih representatif.

Proyek ini diharapkan mampu mempermudah akses transportasi laut, mendukung aktivitas nelayan, serta menjadi simpul distribusi hasil perikanan dan pertanian lokal ke pusat-pusat ekonomi regional.

Secara spesifik, dermaga baru dirancang memiliki ukuran 70 x 10 meter, dengan trester sepanjang 300 meter dan lebar 8 meter, serta area reklamasi 100 x 100 meter.

Ini merupakan bagian dari rencana besar pengembangan infrastruktur kawasan pesisir Kupang yang telah mulai dirancang sejak tahun 2024.

“Pemerintah harus hadir menyediakan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau nelayan kita punya akses, maka ekonomi lokal akan bergerak,” tegas Yosef Lede.

Kepala KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon, menuturkan bahwa pembangunan dermaga Sulamu telah masuk dalam proses perencanaan dan pengusulan anggaran ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

“Kami hadir bersama Pak Bupati untuk memastikan lokasi pembangunan yang tepat. Selanjutnya, akan kami kawal proses pembebasan lahan agar pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Baon menekankan bahwa pelabuhan atau dermaga yang layak adalah kunci keberhasilan transportasi laut yang aman, efisien, dan produktif—khususnya bagi daerah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur.

Menanggapi rencana besar ini, Camat Sulamu, Markus Fanggidae, menyatakan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung kelancaran seluruh proses, termasuk urusan administrasi pembebasan lahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kupang dan Kementerian Perhubungan yang telah memperhatikan kebutuhan daerah pesisir.

“Ini bukan hanya proyek fisik, tapi bentuk kepedulian pada masa depan warga Sulamu. Tugas kami adalah memastikan pembangunan berjalan lancar,” katanya.

Pembangunan dermaga Sulamu adalah refleksi nyata dari arah pembangunan inklusif yang diusung Pemerintah Kabupaten Kupang.

Di tengah tantangan geografis yang kerap membatasi akses dan mobilitas warga pesisir, kehadiran dermaga baru menjadi jawaban atas harapan lama yang kini mulai terwujud.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, infrastruktur seperti dermaga tidak hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial dan akselerator pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.