BB – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri 743/Pradnya Samapta Yudha (Yonif 743/PSY) resmi diberangkatkan menuju daerah operasi di Puncak Jaya, Papua.

Pelepasan pasukan tersebut dilakukan dalam sebuah upacara kehormatan yang dihadiri oleh Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,Kamis 01 Mei 2025

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan rasa bangga atas kesiapan dan dedikasi para prajurit yang akan menjalankan tugas negara di wilayah strategis tersebut.

Ia menegaskan bahwa misi ini tidak sekadar menjadi bagian dari tanggung jawab militer, tetapi juga membawa nama baik daerah.

“Tugas ini bukan saja menjaga kehormatan bangsa, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Bupati Yosef dengan penuh semangat.

Oleh karena itu, berangkatlah dengan semangat juang yang tinggi, penuh keyakinan, dan tetap menjaga nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam setiap langkah kalian.

Bupati Yosef Lede kemudian menutup sambutannya dengan sebuah pernyataan penuh makna yang menggambarkan keyakinan dan harapan besar pemerintah daerah terhadap pengabdian para prajurit.

“Setiap jejak di tanah perbatasan adalah bukti bahwa prajurit berdiri menjaga utuhnya negeri. Dengan semangat itu, kami melepaskan kalian, putra – putri terbaik, menuju medan tugas dengan harapan yang tulus. Berangkatlah dengan tekad dan kehormatan, dan pulanglah dengan selamat serta membawa kebanggaan. Semoga Yonif 743/PSY berangkat lengkap, pulang pun lengkap.”harapnya

Sementara itu, Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo, Kolonel Inf. Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa prajurit Yonif 743/PSY akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di wilayah Puncak Jaya, Papua.

Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan misi tersebut.

“Batalyon 743/PSY akan beroperasi di Puncak Papua dengan kekuatan 450 prajurit yang dipimpin oleh Kolonel Infanteri Herriyono. Saya berpesan, berangkatlah ke tempat operasi ini sebagai kebanggaan, dan cintailah masyarakat di sana dengan tulus hati,” tegas Danbrigif.

Pelepasan ini merupakan bagian dari rotasi rutin pengamanan perbatasan negara yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kehadiran para prajurit dari NTT ini diharapkan tidak hanya menjaga keutuhan wilayah NKRI, tetapi juga memperkuat citra positif daerah asal mereka melalui kedisiplinan, dedikasi, dan sikap hormat kepada masyarakat setempat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.