KUPANG, BBC — Pemerintah Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan kantor desa pada Jumat (27/2/2026) pagi sebagai bagian dari upaya membangun budaya disiplin, keteladanan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Oelbiteno, Heskial Naben, dan diikuti secara aktif oleh seluruh perangkat desa. Aksi kolektif ini mencakup pembersihan halaman kantor, penataan fasilitas pelayanan, hingga pengelolaan sampah di sekitar area pemerintahan desa.

Dalam keterangannya, Heskial Naben menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti rutin, melainkan memiliki makna strategis dalam membentuk etos kerja aparatur desa.

Ia menyatakan bahwa kebersihan lingkungan kantor merupakan fondasi utama dalam menciptakan suasana kerja yang produktif, profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa disiplin aparatur tidak hanya tercermin dari administrasi dan pelayanan, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan kerja. Kantor desa adalah wajah pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat, sehingga harus mencerminkan kerapian, keteraturan, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan desa harus memberi teladan nyata melalui tindakan langsung di lapangan. Oleh karena itu, ia memilih memimpin kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen moral dalam membangun budaya kerja yang partisipatif.

“Kami tidak ingin hanya memerintah dari balik meja. Pemimpin harus hadir di tengah aparatur, bekerja bersama dan menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam tata kelola pemerintahan desa,” tegasnya.

Heskial juga menekankan bahwa kebersihan lingkungan kantor memiliki hubungan erat dengan kualitas pelayanan publik. Lingkungan kerja yang bersih dan tertata, menurutnya, akan meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan pemerintahan.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah desa dalam memperkuat reformasi budaya kerja aparatur.

“Kami sedang membangun sistem pelayanan yang berorientasi pada profesionalitas dan integritas. Budaya disiplin dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan, ketepatan waktu dan tanggung jawab terhadap tugas,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin sebagai instrumen pembinaan karakter aparatur desa.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat kolektif ini terus berlanjut. Disiplin bukan sekadar aturan, tetapi kebiasaan yang harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kegiatan pembersihan lingkungan tersebut mendapat respons positif dari perangkat desa yang menilai langkah tersebut mampu memperkuat solidaritas internal sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya tata kelola pemerintahan yang tertib, bersih dan akuntabel.