Kupang,BBC — Di sebuah rumah berdinding pelepah gewang, beratapkan daun dan berlantai tanah, tinggal seorang perempuan renta yang menghabiskan hari-harinya dalam keheningan dan kesunyian.
Dialah Oma Terfina Lake, petani lansia berusia 86 tahun yang hidup sebatang kara di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.
Namun pada Sabtu sore, 26 Juli 2025, pukul 16.30 WITA, keheningan itu berubah menjadi haru. Jajaran Kepolisian Sektor Fatuleu bersama Bhayangkari Ranting Fatuleu hadir dalam semangat kemanusiaan melalui program Bhayangkari Peduli.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Fatuleu, Maks Tameno, bersama Ketua Bhayangkari Ranting Fatuleu, Ny. Meirlyn Maks Tameno, kegiatan ini membawa secercah terang di senja hari Oma Terfina.
Mereka menyerahkan bantuan paket sembako berisi beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, teh celup, sabun mandi dan sabun cuci. Meski nilai materi tak seberapa, makna di baliknya melampaui angka. Ini adalah ungkapan kasih, perhatian dan empati bagi sesama anak bangsa yang terpinggirkan.
Turut hadir dalam kegiatan sosial ini, Wakapolsek Fatuleu Ipda Budy Santoso, SH, Wakil Ketua Bhayangkari Ranting Fatuleu, serta sejumlah personel Polsek dan anggota Bhayangkari lainnya.
Mereka hadir bukan sekadar menyampaikan bantuan, tetapi juga menanamkan pesan kemanusiaan yang kuat: bahwa negara tak pernah absen, bahkan untuk warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem.
Oma Terfina yang telah lanjut usia, tidak memiliki penghasilan tetap dan hidup tanpa penerangan listrik, menyambut bantuan tersebut dengan linangan air mata dan ucapan syukur yang tak terputus.
Senyum lembut di wajah keriputnya menjadi saksi bahwa kebaikan, sekecil apa pun, mampu menggetarkan jiwa dan memberi harapan baru.
Kapolsek Fatuleu menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan semacam ini tidak boleh berhenti pada satu momen, tetapi menjadi budaya kelembagaan yang hidup dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menguatkan semangat gotong royong dalam membantu sesama,” ujar Kapolsek Maks Tameno.
Sosok Maks Tameno sendiri dikenal luas sebagai seorang perwira yang tak hanya menjalankan tugas dengan disiplin, tetapi juga dengan hati yang tulus. Bersama sang istri, Ny. Meirlyn, mereka menjadikan jabatan sebagai jalan untuk melayani, bukan dilayani.
Program Bhayangkari Peduli dijadwalkan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan, menyasar warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu di wilayah hukum Polsek Fatuleu.
Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung dengan lancar hingga pukul 17.30 WITA. Senja pun menutup harinya dengan warna yang berbeda — lebih hangat, lebih bermakna.
Di tengah sederhana rumah Oma Terfina, terang itu telah datang, bukan dari listrik, melainkan dari kasih manusia kepada manusia lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
