BB — Mantan Bupati Kupang dua periode, Ayub Titu Eki memberikan peringatan tegas terkait arah pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Kupang.
Dalam wawancara eksklusif di kediamannya, Sabtu (26/4/2025), Ayub menegaskan bahwa sektor garam adalah “kunci emas” yang bisa mendongkrak PAD secara berkelanjutan — asalkan dikelola dengan benar.
“Kalau salah kelola, kita kehilangan kunci emas itu. Garam bukan sekadar komoditas biasa; ini potensi abadi yang Tuhan berikan untuk Kabupaten Kupang,” kata Ayub.
Menurutnya, Kabupaten Kupang diberkahi dua sumber daya utama untuk produksi garam berkualitas tinggi: sinar matahari sepanjang tahun dan air laut melimpah. Namun, Ayub menyoroti bahwa pengelolaan saat ini justru kurang fokus ke sektor strategis ini.
Ia juga mengkritik pendekatan pemerintah daerah yang hanya menonjolkan persentase capaian PAD, tanpa membahas nilai riilnya secara transparan. “Persentase besar itu bisa menipu. Yang rakyat butuh tahu: berapa miliar uangnya? Bukan sekadar persentase,” tegasnya.
Sebagai bukti, Ayub memaparkan data peningkatan PAD di masa pemerintahannya yang mencapai Rp120 miliar. Sayangnya, setelah ia meninggalkan kursi bupati, angka itu justru merosot ke Rp70 miliar.
Lebih jauh, Ayub menekankan pentingnya roadmap industri garam berbasis teknologi dan tata kelola transparan.
“Tanpa itu, investasi akan masuk seenaknya, dan petani lokal hanya jadi penonton di tanah sendiri,” katanya.
Ia menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menempatkan sektor garam sebagai prioritas utama untuk memulihkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selama ada matahari dan laut, peluang itu tidak akan habis. Yang penting, kemauan dan keberanian untuk kelola dengan benar,” tutup Ayub Titu Eki.
Pernyataan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera membenahi strategi pembangunan ekonomi lokal, sebelum kehilangan momentum emas yang ada di depan mata.
