BB – Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya dalam menata masa depan daerah dengan mengedepankan pendekatan pembangunan yang berpusat pada manusia.

Dalam kegiatan Sosialisasi Penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kupang, Jumat (23/5/2025)

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki
menyampaikan bahwa pembangunan tidak lagi bisa hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia.

“Penduduk bukan hanya objek pembangunan, tapi juga subjek utama. Oleh karena itu, arah kebijakan harus ditata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” ujar Aurum dalam sambutannya yang penuh visi.

Grand desain yang disusun ini mengintegrasikan lima pilar utama pembangunan kependudukan: pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan mobilitas, dan administrasi kependudukan.

Ini adalah langkah strategis untuk menyambut bonus demografi — sebuah periode emas yang hanya dapat dimanfaatkan jika dirancang dengan matang.

Dalam forum yang dihadiri oleh Plt. Sekda Kabupaten Kupang, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dan seluruh OPD, terlihat jelas bahwa sinergi lintas sektor bukan hanya jargon, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan kebijakan inklusif dan berbasis data.

Indonesia, termasuk Kabupaten Kupang tengah menghadapi bonus demografi — di mana penduduk usia produktif mencapai jumlah terbanyak. Jika dikelola dengan tepat, ini menjadi peluang untuk lompatan ekonomi dan sosial. Namun, tanpa perencanaan jangka panjang, potensi ini bisa menjadi beban.

“Kita harus bergerak cepat dan cerdas. Grand desain ini menjadi dasar kuat untuk menyusun arah pembangunan yang responsif terhadap tantangan demografi,” tambah Aurum

Dalam sesi diskusi, banyak masukan strategis disampaikan oleh peserta dari berbagai sektor. Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan, sektor swasta, hingga masyarakat sipil dalam mengimplementasikan kebijakan ini. Pendekatan ini mencerminkan paradigma pembangunan holistik yang tidak elitis, tetapi partisipatif.

Dengan semangat kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Kupang menyusun langkah – langkah terukur menuju cita – cita besar:

Kabupaten Kupang Emas — daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya, tetapi juga unggul dalam kualitas manusianya.

“Melalui grand desain ini, kita sedang membangun pondasi masa depan. Masa depan yang adil, berkualitas, dan berdaya saing,” tutup Aurum dengan nada optimis.