BB — Dalam upaya memperkuat karakter dan semangat kepemudaan di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Obe Eki membuka secara resmi Camp Pemuda Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Wilayah II Nusa Tenggara Timur, yang berlangsung di Gereja GPdI Anugerah Noelbaki, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, pada Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Komisi Wilayah Pelayanan Pemuda dan Remaja Pantekosta (PERLAP) GPdI Wilayah II, dengan mengusung tema “Resilience Generation” — generasi yang tangguh dalam iman, karakter, dan mentalitas menghadapi perubahan sosial yang dinamis.

Dalam sambutannya, Aurum Obe Titu Eki menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab kolektif, yang memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, gereja, sekolah, serta pemerintah daerah.

Ia menekankan pentingnya kegiatan seperti camp pemuda sebagai ruang strategis dalam membentuk generasi yang kuat secara spiritual, cerdas secara emosional, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Kupang memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta penanaman semangat pelayanan sejak dini,” ujar putri Fatuleu

Ia menilai tema Resilience Generation sangat relevan dengan konteks kekinian, di mana pemuda dihadapkan pada perubahan teknologi yang begitu cepat, disrupsi budaya, serta tantangan integritas di era digital.

Oleh karena itu, pemuda gereja diharapkan tidak hanya beriman teguh, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang membawa nilai-nilai positif bagi masyarakat.

Lebih jauh, orang nomor dua Kabupaten Kupang menyatakan keyakinannya bahwa melalui pembinaan rohani dan penguatan karakter, para peserta camp dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu memimpin dengan hati nurani, integritas, dan keberpihakan kepada sesama.

“Kita ingin generasi muda Kabupaten Kupang menjadi pelopor dalam membangun daerah — menjadi pemimpin masa depan yang berwawasan luas, memiliki integritas tinggi, dan mampu menjadi terang bagi keluarga, gereja, dan masyarakat,” jelasnya putri Bungsu Ayub Titu Eki

Dalam kesempatan tersebut, Aurum juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus mendukung inisiatif positif dari komunitas keagamaan, termasuk GPdI, sebagai bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Aurum mengajak seluruh elemen gereja untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah dalam membina generasi muda yang bukan hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia menyebut bahwa nilai-nilai moral, etika, dan semangat pelayanan harus menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat yang maju dan beradab.

“Ikutilah camp ini dengan antusiasme, keterbukaan hati, dan semangat kebersamaan. Jadikan setiap sesi sebagai momentum pertumbuhan pribadi dan penguatan spiritualitas,” tambahnya.

Kegiatan Camp Pemuda GPdI ini turut dihadiri oleh para pimpinan gereja dari Majelis Daerah GPdI NTT, Majelis Wilayah II GPdI, para gembala sidang, serta perwakilan pemerintah setempat seperti Sekretaris Camat Kupang Tengah dan Kepala Desa Noelbaki.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap agar kegiatan ini dapat menjadi motor pembinaan generasi yang tahan uji, siap berkarya, dan mampu menjawab tantangan masa depan bangsa.