KUPANG, BBC – Perlombaan lari 100 meter putra dan putri tingkat SMP se-Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak semata-mata ditempatkan sebagai kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi instrumen awal dalam mengidentifikasi dan memetakan potensi atlet muda di tingkat satuan pendidikan.
Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengukur kemampuan atletiknya secara objektif sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Perlombaan diikuti 71 peserta dari delapan sekolah, yang terdiri atas 42 peserta putra dan 29 peserta putri. UPTD SMP Negeri 10 Oesusu Takari menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 35 siswa, yang mengikuti perlombaan sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman kompetitif sekaligus mengembangkan potensi olahraga peserta didik.
Subseksi lomba lari berada di bawah koordinasi Melki Ayub Ckotnilis Suan, S.Pd.Gr, selaku ketua panitia, dengan Mutmainnah Gafur, S.Pd.Gr, sebagai sekretaris. Kepanitiaan juga melibatkan Jeki Martianus Suan, Arif Alvin Taeko, Ardon Kono dan Yamres Taeko sebagai anggota.
Melki Ayub Ckotnilis Suan atau yang akrab disapa Mekos menyampaikan bahwa perlombaan tersebut memiliki arti penting dalam proses pencarian dan pembinaan bibit atlet di Kecamatan Takari.
Menurutnya, kompetisi antarpelajar perlu dipandang sebagai tahapan awal untuk menemukan peserta didik yang memiliki kemampuan atletik dan kemudian memperoleh pembinaan secara lebih terarah.
“Kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk mencari dan mengidentifikasi bibit-bibit atlet dari Kecamatan Takari yang nantinya dapat dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan pada tingkat Kabupaten Kupang,” ujar Melki Ayub.
Ia menjelaskan, keterlibatan pelajar dari delapan sekolah menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga atletik di kalangan peserta didik cukup terbuka untuk terus dikembangkan.
Karena itu, menurutnya, hasil perlombaan sebaiknya tidak berhenti pada pencapaian juara, tetapi dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pembina untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang menunjukkan potensi.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak yang memiliki potensi dapat terus dibina, sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk berkembang dan berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Melki juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan setelah kompetisi berlangsung. Menurut dia, pemetaan kemampuan melalui perlombaan harus diikuti dengan latihan yang teratur, pendampingan guru, serta dukungan sekolah agar potensi atlet pelajar tidak berhenti pada satu momentum kompetisi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. Anak-anak yang memiliki kemampuan harus terus didampingi dan diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga dapat membawa nama Kecamatan Takari pada tingkat Kabupaten Kupang,” ujarnya.
Dari hasil perlombaan 100 meter putra, juara pertama diraih Anugerah Naben dari UPTD SMP Negeri 10 Oesusu Takari. Posisi kedua ditempati Rian Fanggidae dari UPTD SMP Negeri 1 Takari, sedangkan posisi ketiga diraih Farhan Ndun, yang juga berasal dari UPTD SMP Negeri 1 Takari. Peserta UPTD SMP Negeri 1 Takari didampingi guru Yefta Sae.
Pada kategori 100 meter putri, juara pertama diraih Dewi Eki dari SMP Negeri 13 Takari dengan guru pendamping Yohaniz Kadja. Juara kedua diraih Risna Kiuk dari UPTD SMP Negeri 10 Oesusu Takari dengan pendamping Melki A.C. Suan, S.Pd.Gr, sedangkan juara ketiga diraih Marta Jumiati Sabloit dari SMP Negeri 11 Takari dengan pendamping Heronimus E. Neno, S.Pd.Gr.
Secara substantif, perlombaan atletik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah memiliki fungsi penting dalam membangun budaya olahraga sekaligus mengembangkan kapasitas fisik dan karakter peserta didik. Kompetisi yang diselenggarakan secara terukur dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan disiplin, sportivitas, daya juang, serta kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan kompetitif.
Dalam perspektif pembinaan olahraga, identifikasi bakat pada usia sekolah juga perlu ditempatkan sebagai proses jangka panjang. Prestasi atlet tidak lahir hanya dari kemenangan dalam satu perlombaan, melainkan melalui rangkaian pembinaan yang konsisten, dukungan institusional, kompetensi pelatih, fasilitas latihan, serta kesempatan mengikuti kompetisi secara berjenjang.
Karena itu, lomba lari 100 meter tingkat SMP se-Kecamatan Takari dapat dipandang sebagai salah satu fondasi awal dalam membangun ekosistem pembinaan atlet pelajar di wilayah tersebut.
Para peserta yang menunjukkan performa terbaik diharapkan tidak hanya memperoleh apresiasi atas prestasi yang diraih, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk dikembangkan dan dipersiapkan menghadapi kompetisi pada tingkat Kabupaten Kupang, bahkan pada jenjang yang lebih tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
