Kupang, BBC – Sebanyak 15 klub sepak bola mini meramaikan turnamen tahunan yang digelar di Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang.
Turnamen ini resmi dimulai pada Rabu, 8 Oktober 2025 dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan, tergantung kondisi cuaca di wilayah tersebut.
Turnamen yang kini memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang rutin yang ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya para pencinta sepak bola di pedesaan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Nonbaun dengan memanfaatkan anggaran dari Dana Desa untuk pengembangan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.
Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib saat ditemui media ini menjelaskan bahwa turnamen ini tidak hanya bertujuan sebagai hiburan, namun juga sebagai wadah pembinaan bagi anak-anak dan pemuda di wilayah Fatuleu Tengah.
“Turnamen ini untuk melatih anak-anak kami agar ke depan mereka bisa tampil lebih baik lagi di iven-iven yang lebih besar. Ini bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Turnamen ini menghadirkan pemain-pemain muda berbakat dari empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Fatuleu Tengah. Meski berskala lokal, antusiasme para peserta dan warga sangat tinggi, terbukti dari jumlah tim yang ikut serta yang mencapai 15 klub.
“Ini sudah tahun ketiga kami jalankan. Tahun lalu, yang membawa pulang piala bergilir adalah Fatututa FC dari Desa Oelbiteno,” kata Kepala desa Nonbaun.
Pihak panitia memperkirakan turnamen ini akan berlangsung selama dua minggu. Namun, durasi pertandingan masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Seperti diketahui, wilayah Fatuleu Tengah cukup rentan terhadap perubahan cuaca yang ekstrem, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Kami rencanakan dua minggu selesai, tapi tentu kami lihat situasi dan kondisi cuaca ke depan,” ujar Zet Koib.
Pemerintah desa memanfaatkan Dana Desa sebagai sumber utama pembiayaan turnamen ini. Selain penyediaan lapangan dan perlengkapan, dana tersebut juga digunakan untuk operasional panitia, hadiah pemenang serta kebutuhan teknis lainnya.
Langkah ini dinilai positif oleh banyak pihak karena dana desa tidak hanya difokuskan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor olahraga.
Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menjadi ajang pemersatu warga dan sarana hiburan yang membangun solidaritas antardesa.
Warga dari berbagai desa datang menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding, membawa semangat kebersamaan dan sportivitas.
Dengan berlangsungnya turnamen ini, diharapkan akan muncul bibit-bibit pemain sepak bola berbakat dari pelosok desa yang suatu saat nanti bisa mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
