KUPANG, BBC — Suasana penuh kepedulian dan semangat pelayanan kemanusiaan tampak di Gereja Karmel, Desa Ekateta, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/5/2026).
Usai mengikuti ibadah kebaktian, jemaat secara tertib dan antusias berbondong-bondong mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Camplong.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, humanis, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat pedesaan.
Ketua Majelis Gereja Karmel, Pendeta Hermanus Saefatu, S.Th., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada UPTD Puskesmas Camplong atas kepedulian yang diberikan kepada jemaatnya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis seperti ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.
“Ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi jemaat kami. Baru pertama kali kami mendapatkan pelayanan kesehatan gratis langsung di lingkungan gereja. Jemaat sangat bersyukur dan merasa diperhatikan,” ujar Pendeta yang akrab disapa Hary itu kepada wartawan.
Ia menilai, pelayanan kesehatan berbasis komunitas keagamaan memiliki nilai sosial dan moral yang sangat kuat karena tidak hanya menyentuh aspek fisik masyarakat, tetapi juga membangun rasa kebersamaan, kepedulian dan solidaritas sosial di tengah kehidupan jemaat.
Pantauan di lokasi menunjukkan para jemaat dengan sabar menunggu giliran pemeriksaan kesehatan setelah kebaktian selesai. Kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat disambut hangat, terutama oleh warga lanjut usia yang merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.
Kepala UPTD Puskesmas Camplong, Julita Violeta Manu, A.Md.Kep., yang juga memimpin langsung tim medis, menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi pemerintah pusat dan terus diperkuat implementasinya di daerah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kupang melalui arahan Bupati terus mendorong seluruh jajaran puskesmas agar aktif turun langsung melayani masyarakat guna meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dini.
“Program ini bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal sehingga apabila ditemukan penyakit tertentu, dapat segera ditindaklanjuti melalui pelayanan pengobatan di fasilitas kesehatan yang tersedia,” jelas Julita.
Ia menambahkan, pendekatan pelayanan kesehatan yang proaktif dan berbasis komunitas merupakan strategi penting dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang lebih inklusif, preventif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, tim medis yang turut terlibat antara lain penanggung jawab program CKG Elfrida Ijut, A.Md.Kep., bersama tenaga kesehatan lainnya yakni Yanto Lauata, S.Kep.Ns., Ardianto Nuban, A.Md.Kep., Martina Asbanu, A.Md.KL., Silvester Bowo, A.Md.Kep., Yudit Bengkiuk, S.Tr.Kep., Esty Funay, A.Md.Kep., Sukmawati Suan, A.Md.Kes., Ria Bait, A.Md.Kep., Damaris Tua, serta Karni Tiumate, A.Md.Kep.
Kehadiran tim medis di Gereja Karmel menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berpusat di gedung fasilitas kesehatan, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bagian dari pengabdian dan tanggung jawab sosial negara.
Program tersebut pun diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kupang, terutama daerah-daerah yang membutuhkan perhatian pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.
