Buserbindo.com – Diketahui bahwa puasa telah dilakukan oleh jutaan orang di seluruh dunia sejak zaman kuno. Puasa juga digunakan untuk mengobati kondisi seperti epilepsi dan arthritis rheumatoid.
Orang berpuasa atau berhenti makan pada waktu tertentu karena berbagai alasan. Mulai dari keyakinan batin mengenai agama, gaya hidup, dan pola makan sehat. Namun tahukah Anda bagaimana perilaku tubuh Anda saat berpuasa?
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Nature Metabolism menemukan bahwa manfaat kesehatan dari puasa terjadi lebih lambat dari perkiraan para ilmuwan.
Kita tahu bahwa, selain penurunan berat badan, manfaat puasa baru terlihat setelah tiga hari pembatasan kalori total.
Dampak puasa jangka panjang bagi tubuh
Para ilmuwan menjelaskan bahwa selama berpuasa, tubuh mengubah sumber dan jenis energi, beralih dari membakar kalori ke menggunakan cadangan lemaknya sendiri.
Puasa selama 7 hari akan memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang tergantung pada kondisi kesehatan, faktor-faktor lingkungan, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa perubahan umum yang mungkin terjadi pada tubuh selama puasa selama 7 hari:
1. Dehidrasi:
Puasa selama periode yang panjang dapat menyebabkan dehidrasi karena kurangnya asupan cairan. Penting untuk minum banyak air selama periode puasa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
2. Penurunan Berat Badan:
Puasa yang tepat dapat mengakibatkan penurunan berat badan karena kurangnya asupan kalori. Namun, penting untuk memastikan bahwa penurunan berat badan tersebut tidak berlebihan atau tidak sehat.
